Ustadz Menjawab

Assalamualaikum pa aep, 

Ada teman sy yg mau tentang harta warisan ..apakah sah hukumnya bila dia memberikan harta warisan dia sebelum di bagikan oleh orang tuanya (udah meninggal), misalnya harta warisan bagian dia kasih buat kaka dia, kemudian mereka bikin surat pernyataan.bagaimana kah menurut hukum Islam? Sahkah ijab qobul yg telah terjadi..pemberian tersebut di lakukan karena dia pernah menjual sebagian tanah warisan dan karena suka dibantu..mohon penjelasnya trima kasih sebelumnya

Umar Sahid
Wa'alaikum salam wr.wb.

Harta warisan dibagikan tidak disyaratkan oleh orang tua. Hanya tentu sebaiknya orang tua yang masih ada di dunia, diberi tahu terlebih dahulu. Karena syarat warisan adalah jika kedua orang tua sudah meninggal dunia. Harta warisan boleh dibagikan oleh siapa saja, tentu yang tahu hukumnya, selama berdasarkan syariat Islam. Dan sebaiknya ketika pembagian harta warisan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota ahli waris, berikut kerabat dekat (bila diperlukan).

Oleh karena itu, menyangkut pertanyaan di atas, sebaiknya dikumpulkan dulu para ahli waritsnya, lalu dijelaskan harta warisan yang ditinggalkan orang tua, kemudian juga dibagi berapa bagian masing masing. Setelah jelas bagian masing masing, baru kalau ada ahli warits yang hendak memberikan harta warisannya kepada ahli warits lain atau siapa saja, dipersilahkan, karena harta tersebut sudah menjadi hak miliknya, dan ia berhak melakukan apa saja yang berkaitan dengan harta bendanya itu.

Namun, bila kenyataannya tidak demikian, dan satu ahli warits sudah memberikan ke ahli waris lainnya sebagaimana ditanyakan, maka ijab qabulnya sah, selama memang yang dia berikannya itu sesuai dengan bagian harta warisannya. Jangan sampai yang diberikan itu lebih besar dari pada bagian warisannya. Namun, tentu sangat lebih ideal, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, terlebih dahulu dikumpulkan seluruh ahli waris dan kerabat lainnya, lalu dibagikan menurut bagian masing masing. Setelah itu, silakan yang hendak memberikan bagiannya, dengan disaksikan oleh kerabat, atau ahli waris lainnya. Saksi sangat diperlukan, agar tidak ada hal hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Sekali lagi, hemat saya, ijab qabulnya sah, selama itu adalah bagian dia. Karena sah tidaknya ijab qabul di antaranya adalah ada pihak yang melakukan ijab, juga ada yang menerima (Qabul), dan dilakukan secara islami. Di antaranya barang yang diijab qabulkan adalah benda halal dan miliknya, bukan milik orang lain. Demikian. Wallahu a'lam bis shawab.

Wassalam,
Hormat saya,
aep saepulloh D


view: 3077