Penulis

Imam al-Birgawi

Imam al-Birgawi (Turki: Imam Birgivi) (1522-1573 M) adalah seorang sarjana Muslim dan yang hidup pada zaman keemasan Kekaisaran Usmani. Sampai saat ini, karya-karyanya masih digunakan sebagai pedoman praktek spiritual di dunia Muslim.

Lahir dengan nama Muhammad ibn Ali Pir, di Balikesir, Turki, pada tahun 1522, Muhammad dikirim ke Istanbul untuk belajar teologi. Kemudian, ia belajar hukum di bawah Kepala Hakim Militer Kekaisaran Usmani. Ia menjadi seorang darwis dan belajar kepada seorang guru Sufi dari tarikat Bayramiyyah.

Setelah bekerja sebagai hakim untuk waktu yang singkat, al-Birgawi menjadi seorang pertapa. Ia mengundurkan diri dari jabatan pemerintahan dan mengembalikan gajinya. Namun, sang guru menyuruhnya untuk menjadi guru agama dan moral (dan juga menulis) sebagai gantinya. Melalui hibah dari seorang patron, sebuah sekolah berhasil dibangun di kota Birgiv dan Muhammad mengelola sekolah tersebut. Setelah dikenal sebagai Imam al-Birgawi, ketenarannya menyebar dengan cepat. Hal itu terjadi akibat sekolah yang ia kelola serta dua puluh tujuh buku yang ia tulis.

Imam al-Birgawi dan murid-muridnya adalah kritikus yang vokal terhadap masalah korupsi yang terjadi di Kekaisaran Usmani. Pada satu masa Imam al-Birgawi pergi ke ibukota Kekaisaran dan secara pribadi menegur Perdana Menteri. Teguran ini ditanggapi baik oleh Perdana Menteri, yang berkonsultasi dengannya tentang cara untuk menyembuhkan degenerasi nilai-bilai Islam.

Imam al-Birgawi tinggal di kota kecil Birgiv hingga akhir hayatnya. Ia wafat akibat wabah yang menyerangnya pada usia 51 tahun.