Kilasan Buku

Memantapkan Hati, Menggapai Ridha Ilahi

Sumber: Kabar Madura

SABAN hari umat muslim diwajibkan menunaikan shalat lima waktu. Namun cukupkah itu dijadikan alasan bahwa kita sebagai umat Muhammad telah mensyukuri nikmat Nya? Sejatinya, itu masih sangat jauh dari kata “cukup” bila dibandingkan dengan limpahan nikmat yang kita dapatkan. Karenanya, semestinya kita melengkapinya dengan mekakukan ibadah ibadah sunnah lain nya yang telah diajarkan oleh Rasulullah kepada kita.

Namun demikian, amalan sunnah kadangkala teramat sulit untuk kita laksanakan. Hal itu bisa saja dise babkan karena kita tidak tahu akan balasan kebaikan atas ibadah sunnah itu sendiri. Balasan kebaikan yang tak kasat mata—bukan dalam bentuk ma teri atau keuntungan yang didapatkan layaknya orang melakukan transaksi jual beli—itu pulalah yang menjadi salah satu faktor mengapa terkadang kita jarang untuk menunaikan ibadah sunnah.

Dengan demikian, kita memerlukan suatu motivasi agar semakin terdorong untuk melakukan perkara sunnah. Untuk mendapatkannya kita bisa membaca literatur literatur klasik atau dalam dunia pesantren dikenal dengan Kitab Kuning yang banyak mengupas tentang ubudiyah. Bila tidak, kini kita bisa mendapatkannya dalam buku Eksiklopedia Pahala karya Ilya Ali Ubaid.

Sebagai contoh, zikir ialah termasuk perkara mudah untuk kita lakukan setiap saat. Namun, pada kenyataan nya banyak di antara kita seolah tidak memiliki waktu untuk berzikir kepada Nya. Sesungguhnya, pahala zikir be gitu besar. Zikir merupakan perbuatan sunnah yang paling utama dan paling banyak pahalanya. Karenanya, zikir adalah perbuatan yang sangat disukai oleh Allah. Berzikir akan menghapus dosa dosa, selamat dari azab, pelindung dari segala keburukan, menguatkan hati untuk bersabar, dan banyak hal kebai kan lainnya yang bisa kita petik dengan sebab berzikir. Dan yang terpenting, berzikir berarti mengingat Allah. Barang siapa yang mengingat Nya, maka Al lah akan dekat dan mengingatnya pula sesuai dengan fi rman Nya dalam QS. Al Baqarah:152, “Maka ingatlah pada Ku, Kuingat kau”, (hlm. 227).

Di lain hal, bukankah kita tahu bahwa satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat? Membaca satu shalawat atas junjungan nabi besar Muhammad SAW., sepuluh balasan yang akan kita terima. Dari Ahmad dan Darimi dari Abbas Ibn Malik Rasulullah bersabda, “Siapa yang bershalawat untukku satu kali, Allah bershalawat untuknya sepuluh kali”, (hlm. 288). Bershalawat juga bisa menunjukkan bahwa diri kita benar benar mencintai utusan Allah. Doa kita juga akan dikabulkan jika dibarengi dengan shalawat. Sebuah kisah dijelaskan, seseorang berdoa ketika shalat tanpa memuji Allah dan membaca shalawat untuk Rasulullah. “Orang ini terburu buru,” komentar Rasulullah. Kemudia Beliau panggil orang itu dan mengajarinya dan semua yang hadir, “Kalau kalian ber doa, mulailah dengan memuji dan mengagungkan Tuhan, lalu, bershalawatlah. Setelah itu, berdoalah semau kalian.” (HR. Abu Daud, Nasa’I, dan Tirmidzi dari Fadhalah ibn Ubaid), (hlm. 291).

Buku ini akan sangat membantu kita untuk me ningkatkan ibadah. Di dalamnya, terkandung beragam dalil mengenai pahala dari setiap iba dah yang disandarkan pada al Quran, hadis, dan kisah kisah sa habat. Menagkap isi pokok dari tiap tiap keterangan tidak ha rus membaca secara berurut dari awal hingga akhir. Kita dapat memulai membaca dari mana saja sesuai keterangan prihal pa hala suatu ibadah yang kita inginkan. Penting untuk dikonsumsi semua kalangan yang beritikad untuk me ningkatkan amalan sehari hari. Sebab itulah, melalui buku ini setidaknya kita dapat menambah keyakinan dan memantapkan hati untuk menggapai


*) Student of Happy English Course 1 pare Kediri Jatim

Diresensi oleh Jamaluddin dimuat di Kabar Madura 4 April 2016

view: 128