Kilasan Buku

Urgensitas Cinta dan Iman dalam Kehidupan

Sumber: Kabar Madura

TIADA manusia yang diciptakan dengan sempurna, kecuali ia yang dipilih sebagai kekasih Nya; laiknya Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam. Tiap tiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Kekurangan kekurangan itulah yang mesti dilengkapi supaya hidup kita tidak merugi.

Dalam kitab suci al Quran tersurat bahwa, "Dan demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihatai supata menetapi kesabaran. (QS. al Ashr 1 3). Tertulis jelas kalau sebenarnya keimanan merupakan hal yang utama bagi kita dalam meniti kehidupan di dunia ini. Tanpa keteguhan iman, kita akan hidup layaknya burung tanpa sayap; rugi karena tidak bisa menikmati indahnya dunia. Tanpa keimanan pula, hati kita akan hampa terasa, lebih dari itu, cinta merupakan hal tak terpisahkan dari keimanan itu sendiri. Sebab itulah, penting bagi kita untuk mencari mutiara mutiara hikmah perihal keimanan dan cinta.

Mutiara mutiara hikmah mengenai cinta dan keimanan, bisa kita dapatkan dalam literatur literatur klasik maupun buku buku modern. Kini, hadir buku teranyar Love Life Faith; Hikmah Terindah Perihal Cinta, Kehidupan, Keimanan. Buku terbitan Zaman ini hadir untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi setiap insan yang memiliki itikad untuk menyempurnakan hidupnya dengan iman dan cinta.

Love Life Faith merupakan buku yang menyajikan mutiara kata kata motivasional, sarat akan makna, penting untuk dikonsumsi semua kalangan. Simaklah kata kata Ibnu Al Qayyim berikut, "Di antara tanda kau jadi orang yang diberkahi adalah orang orang yang merasakan manfaat dan dampak kebaikan darimu". Membaca kalimat tersebut akan merangsang kita untuk bertindak sebagai otrang yang tidak merugi; orang orang disekitar kita bisa merasakan manfaat atas kebaikan yang kita lakukan. Sebab itulah akan menunjukan bahwa kita diberkahi karena segala apa yang kita miliki laiknya ilmu, harta benda, dan selainnya tidak hanya digunakan bagi kita sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Terkadang, kita tidak berani melakukan sesuatu sebab kita merasa tidak mampu untuk melakukannya. Maka, tiga hal yang perlu kita punya; optimis, percaya diri, dan tekad. Sebab, "Optimisme adalah seni berinteraksi dengan kekalahan, kepercayaan adalah seni berinteraksi dengan keraguan, dan tekad adalah seni berinterkasi dengan orang orang yang mengatakan bahwa kau tidak akan pernah bisa".

Jangan ragu atas kemampuan yang kita miliki. Lakukan apa yang kita bisa. Ulurkan tangan saat orang lain membutuhkan. Lalui semuanya dengan cinta dan keimanan. Dengan begitu, kita akan "Menjadikan langkah hidup kita seperti di pasir pantai; tak terdengar suaranya, namun jejaknya sangat jelas".

Sayang, baru kali ini saya mendapatkan buku tanpa halaman. Padahal, dalam hemat penulis, halaman dalam sebuah buku merupakan hal penting bagi pembacanya. Pembaca tidak akan dibuat bingung tatkala bermaksud untuk menjadikannya referensi dan ketika hendak menunjukkan halaman yang dimaksud. Demikian hal penting sebagai koreksi atas penerbit yang mungkin bisa dipertimbangkan. Selamat membaca, Wallahu A lamubi Al Shawab



*)Santri PPA, Lubangsa Selatan, saat ini tinggal di Glory House Pare Kediri
Diresensi oleh Moh. Husril Mubariq dimuat di Kabar Madura 9 Mei 2016

view: 134