Kilasan Buku

Mengenal dan Mendalami Dunia Tasawuf

BANYAK orang berpendapat. bahwa dunia sufi adalah penyatuan pada sang pencipta, seseorang yang sudah masuk pada maqom sufi, akan selalu berada dalam satu jalur komandu yaitu jalan Tuhan, atau yang biasa disebut jalan yang lurus.

Pemahaman sederhana ini tentu perlu kita amini, Karena secara mendasar. dunia sufistik memang lekat dengan gairah totalitas penghambaan manusia kepada sang Kholik Itu sebabnya. substansi sufi tidak lepas dari kaidah penyatuan hati dan jiwa manusia pada sang pencipta. Meski demikian. harus dimaklumi, bahwa masih banyak interpretasi konotatif lainnya tentang makna sufi itu sendiri.

Buku berjudul Belajar Bertasawuf karangan Sykeh lavad Narbakhsy ini sedikit banyak mengulas tentang bagaimana mendalami dunia sufisma setidaknya dimual dari pelbagai tindakan dasar untuk menuju dunia sufi tersebut Sebagian besar buku ini mengajak pembaca belajar tentang apa makna dan kriteria dari tasawuf, beserta seabrek amalan yang menjadi pintu untuk memasuki dunia tersebut.

Pertama kali yang hendak dipesankan penulis dalam buku terbitan Zaman ini adalah. bahwa kaum sufi tidak selalu identik dengan anti sosialisme. dalam artian selalu menyendiri dan menjauh dari kehidupan masyarakat, justeru pemahaman itu dibantah oleh buku ini. Sufi itu tetap aktif dalam kehidupan sosial ke masyarakatan. karena orang yang dekat dengan Tuhan, maka dia juga akan dekat pada hamba Nya.

Dengan kata lain. kaum sufi tidak mengasingkan diri dari masyarakat dan menjalanlcan kehidupan menyendiri. Ketika orang orang mengatakan bahwa kaum sufi mengamalkan zuhud dan menolak masyarakat, harus dipahami bahwa, hanya jika si guru menangkap gejala ketidak seimbangan jiwa dalam diri si murid sehingga dia mewajibkan penyendirian dan juga berpantang makanan (hal. 32).

Setelah memahami bahwa kehidupan kaum sufi bukan lah non sosialis. maka pelu juga kita mendalami apa saja sebenamya identitas keseharian yang melekat dalam diri seorang sufi. Karena identitas ini yang kemudian melahirkan pangkat kesufian secara alami. udak di ada adakan atau tidak direkayasa.

Satu dari sekian banyak identitas keseharian seorang sufi adalah kebiasaan melantunkan zikir, zikir ada lah proses mengingat Allah dengan berbagai bentuknya. hati selalu bergetar ketika melantunkan dan meng ingat Nya. Dalam buku ini diurai, bahwa zikir adalah sebuah aktivitas rohani yang mampu menembus batas hamba dengan Tuhan Nya.

Zikir menghilangkan semua tabir yang terbentuk oleh hasrat dan hawa nafsu. ketika kegelapan hati dikurangi. semua tabir ini dihilangkan dan cara zikir bersinar menerangi hati (Hal. 54).

Ada sebab pendapat, hahwa zikir yang dilakukan secara rutin, bisa membuat hati manusia bersih, barangkali jalan ini yang bisa mengantarkan manusia pada maqom sufi. Maka sudah pasti. kaum sufi tidak akan pernah lepas dari lantunan zikir dalam setiap desah nafasnya.

Ciri lainnya perilaku kaum sufi adalah kebiasaan selalu mengorelcsi diri. mereka setiap saat selalu berfikir tentang kesala han apa yang telah dibuatnya. baik kesalahan kepada sesama manusia, lebih lebih kesalahan kepada sang penguasa alam. Inilah yang disebut muhasabah kaum sufi. Ciri khas yang dilakukan sepanjang waktu.

Setiap malam sebelum tidur. sufi menggunakan waktu beberapa saat untuk menelaah nafs (diri) nya dan menghitung semua perbuatan baik dan buruk yang dilakukannya selama hari itu. Jika dia dapati perbuatan buruknya lebih banyak daripada perbuatan baiknya. dia harus menebus ketimpangan ini pada hari berikutnya (129).

Setidaknya kita sudah bisa menangkap. beberapa pesan penting sekaligus ajaran inti tasawuf. Dengan demikian, kita bisa menyelami dunia sufime ini sesuai dengan kemampuan kita. Buku ini paling tidak bisa menginspirasi kita se mua. bahwa ada banyak hal baik yang bisa dilakukan sesuai dengan perbuatan kaum sufi.kendati kita belum mampu untuk menjadi bagian dari kaum sufi tersebut. (*Aya)

Pegiat Literasi, tinggal di Pamekasan Madura

view: 534