Kilasan Buku

Menyelami Ajaran Sufi Melalui Kisah Kisah

Sumber: Tribun Jabar

BUKU Secawan Anggur Cinta(diterjemahkan dari edisi bahasa Inggris Love is the Wine: Talk of a Sufi Master in America) berisi kumpulan ceramah Syekh Muzaffer Ozak, salah satu mursyid (guru sufi) tarekat Khalwati Jerrahi di Turki, cabang tarekat besar Khalwatiyyah. Syekh Muzaffer Ozak, yang lahir di Istanbul pada 1916 dan wafat pada 1985, sangat dikenang di Eropa dan Amerika karena ceramah ceramahnya dan penyelenggaraan zikirnya, dan di Turki karena puisi dan syairsyair sufinya.

Sejak kecil ia dididik oleh para guru bijak, baik tentang tradisi Islam maupun tasawuf. Ia menjadi imam di beberapa masjid di Turku dan mengelola toko buku khusus karya karya antik dan langka yang terkenal di pasar buku Istanbul.

Isi buku ini dihimpun dari ceramah ceramah dan kuliah Syekh Muzaffer Ozak selama kunjungannya ke California pada 1980 dan 1981, serta kunjungan rutinnya setiap musim semi dan musim gugur ke wilayah pantai timur Amerika, hingga wafatnya pada 1985.

Ceramah ceramah dan kuliah itu dihimpun dan disunting oleh Syekh Ragip Frager al Jerrahi al Haveti (nama aslinya Robert Frager, Ph.D.), seorang psikolog lulusan Harvard University, mantan presiden Association for Transpersonal Psychology, dan pendiri Institute of Transpersonal Psychology. Dr. Frager, keturunan Yahudi yang masuk Islam pada 1981, juga menjadi guru sufi di tarekat Halveti Jerrahi yang diiniasi oleh gurunya, Syekh Muzaffer Ozak.

Secawan Anggur Cinta menguntai mutiara mutiara indah beragam ajaran inti tasawuf yang terpancar dari nilai nilai Kitab Suci dan sabda Nabi. Kemurahan hati, keimanan, tawakal, kesabaran, cinta, dan ajaran inti lain tidak disuguhkan dalam bentuk definisi dan deskripsi, tapi dikemas secara terselubung dalam kisah kisah parabel yang menarik dan menggugah. Ajaran dalam kisah kisah itu bernilai universal dan takkan pernah lekang oleh masa.

Dimulai dengan pengantar dari Robert Frager, buku ini kemudian berisi ajaran ajaran tasawuf yang tergambar dari judul judul sebelas babnya, yakni “Tasawuf”, “Cinta”, “Pendidikan Sufi”, “Keyakinan”, “Mengenal Diri”, “Al Quran Mulia”, “Mimpi”, “Berserah Diri”, “Sabar”, “Godaan”, dan “Murah Hati”.

Dapat dikatakan kisah kisah dalam buku ini merupakan kumpulan harta karun, himpunan kearifan tasawuf yang tak ternilai. “Baca berulangulang kisah kisah itu. Kau mungkin perlu membacakannya ribuan kali kepada orang lain untuk memahaminya,” kata Syekh Muzaffer.

Barangkali sebagian kisah dalam buku ini telah begitu akrab di telinga. Namun, dalam penuturan Syekh Muzaffer Ozak, kisah kisah klasik tersebut memancarkan pemahaman lebih segar, lebih dalam, dan lebih substansial.

Buku kecil tapi berharga—ibarat mutiara—ini akan membuat Anda terinspirasi dan terpesona. (*)

Resensi ini dimuat di Tribun Jabar
Minggu, 27 Maret 2016

view: 842