Detail Buku

Kemarahan sering bermula dari kegilaan yang tak bisa dikendalikan dan kerap berakhir dengan penyesalan yang menyakitkan.
Meluapkan kemarahan seakan bisa melegakan perasaan.
Kenyataannya justru seseorang kerap sadar saat kemarahan itu mereda: “Kenapa aku bisa marah seperti itu?!”
Kemarahan memang membuat orang tampak “gila” dan akan membuatnya malu saat menyadari kegilaannya itu.

Sebab itulah Rasulullah mengatakan kepada sahabat yang meminta nasihat pada suatu saat, “La taghdab.”
Jangan marah. Padahal, pada saat itu, sahabat tersebut tidak sedang marah.
Nasihat tersebut menyiratkan agar para sahabat menyadari akibat buruk kemarahan—untuk diantisipasi.
Sebab, akibat kemarahan hanya bisa dipahami jika seseorang tidak sedang dalam kondisi marah.

Namun, apakah setiap kemarahan itu buruk?

Buku berharga ini memaparkan hadis-hadis yang mengisahkan momentum saat Rasulullah marah dan geram.
Saat ia tidak menyukai sesuatu yang terjadi di lingkungan keluarga, para sahabat, atau masyarakat.

Apa saja yang membuat Rasulullah marah?
Kenapa sampai membuat Rasulullah marah?
Apa yang Rasulullah dilakukan saat marah?

Kemarahan-kemarahan Rasulullah di buku ini menegaskan bahwa
kemarahan yang terjadi pada saat tepat, di tempat tepat, dan dilakukan secara tepat bukanlah hal buruk.
Malah kemarahan itu menjadi hal baik demi menghindarkan hal-hal buruk.

Daftar Isi Buku Wahai Rasullulah, Kenapa Engkau Marah


Mukadimah 7
Pengertian Marah 10
Gara-gara Pernyataan Dzu al-Khuwayshirah, Imam kaum Khawarij 19
Ketika Rasulullah saw. Didatangi Salah Seorang Yahudi yang Mengeluh karena Ditampar Sahabatnya 49
Ketika Melihat Beberapa Orang Mudharr yang Serbakekurangan 54
Ketika Rasulullah saw. Melihat Tirai Bergambar 59
Ketika Melihat Rumah-rumah Semut Dibakar 67
Terhadap Orang-orang yang Memperdebatkan Al-Quran dan Takdir 72
Gara-gara Peristiwa yang Terjadi Antara Abu Bakar al-Shiddiq dengan Umar ibn al-Khaththab 93
Gara-gara Salah Seorang Sahabat Menyedekahkan Seluruh Hartanya 96
Gara-gara Imam Memanjangkan Shalat 98
Gara-gara Dimintai Keringanan Hukum untuk Perempuan Pencuri 100
Gara-gara Melihat Ingus di Arah Kiblat 106
Gara-gara Orang-orang yang Menangis Meminta Diajak Serta 108
Gara-Gara Disuruh Membatalkan Haji dan Memulai Umrah 111
Gara-gara Ditanya tentang Unta yang Tersesat 114
Gara-gara Meminta Zainab Meminjamkan Unta pada Shafiyyah 119
Gara-gara Abu Bakar Membalas Cacian Seseorang 122
Gara-gara Pernyataan Perempuan Yahudi ketika Menanyakan tentang Awal Penciptaan 124
Gara-gara Melihat Abdullah ibn Amr ra. Mengenakan Dua Pakaian yang Dicelup Pewarna 127
Gara-gara Melihat Ali Mengenakan Pakaian Sutra 132
Gara-gara Seorang Arab Badui Datang Mengadu 135
Gara-gara al-Abbas Datang Mengadukan Perbuatan Quraisy terhadapnya 138
Gara-gara Seorang Amil Zakat Meminta Imbalan Seekor Unta 141
Gara-gara Dibilang Fulanah Meninggal dan Beristirahat 145
Gara-gara Beberapa Orang Memperbincangkan Kepemimpinan Usamah ibn Zayd dan Ayahnya ra. 146
Gara-gara Beberapa Sahabat Berkumpul di Masjid Mereka, kemudian Salah Seorang Berdiri untuk Berkhutbah 149
Gara-gara Ada yang Mengatakan, “Engkau tidak seperti kami. Dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang telah diampuni.” 152
Gara-gara Wasiat yang Tidak Adil 157
Gara-gara Pernyataan Auf ibn Malik ra. terhadap Khalid ibn al-Walid ra. 161
Gara-gara Kecemburuan Aisyah ra. 164
Ketika Rasulullah saw. Memberi Tahu Ummu Salamah Bakal Terjadi Kemungkaran yang Merajalela 169
Gara-gara Melihat Unta Diberi Tanda di Wajahnya 171
Gara-gara Fathimah Memberitahu bahwa Ali ibn Abi Thalib hendak Meminang Putri Abu Jahal 173
Ketika Beliau Berkhutbah Mengingatkan
Dekatnya Hari Kiamat 178
Ketika Menyarankan Khabbab untuk Bersabar Menghadapi Perlakuan Kaum Quraisy 183
Gara-gara Perpecahan dan Tidak Berpegang pada Tali Allah 188
Gara-gara Beberapa Orang Terlambat datang Shalat Berjamaah 190
Gara-gara Beberapa Sahabat Ngotot Berpuasa Wishâl 195
Ketika Rasulullah saw. Memberikan Rukhshah, tetapi Orang-orang Mengabaikannya 198
Gara-gara Mengetahui Seseorang yang Hendak Berbaiat kepada Rasulullah saw. Dibunuh karena Dendam Jahiliyah 203
Gara-gara Dikatakan kepada Beliau, “Wahai Rasulullah, Bagaimana Ilmu akan Hilang, sedangkan Al-Quran di Tengah-tengah Kita?” 205
Gara-gara Quraisy Meminta Dikembalikan Dua Budak yang Masuk Islam dan Datang Menemui Rasulullah saw. Sebelum Perjanjian Hudaibiyah 210
Gara-gara Ditanya tentang Hal-hal yang Tidak Disukai 212
Ketika Mengasingkan Istri-istrinya 216
Gara-gara Ada Saudara Sesusuan Aisyah ra. ketika Rasulullah saw. Masuk Menemuinya 220
Gara-gara Mangkuk Hadiah Shafiyyah ra. Pecah 224
Gara-gara Beberapa Sahabat Menfitnah Ali ra. 227
Gara-gara Ditanya tentang Menyetubuhi Istri ketika Haid 235
Gara-gara Abu Dzar Mendesak Minta Diberi Tahu Waktu Persis Tibanya Laylatul Qadar 242
Gara-gara Laporan palsu Orang Fasik Bahwa Bani Mushthaliq Enggan Mengeluarkan Zakat 244
Gara-gara Kasihan pada Umatnya Jika Sampai Salah Satu Shalat Sunah Diwajibkan 246
Gara-gara Diberi Tahu Seorang Laki-laki Menjatuhkan Talak Tiga Sekaligus kepada Istrinya 250
Gara-gara Seorang Sahabat Menjelang Kematiannya Memerdekakan Seluruh Budak yang Dimiliki 253
Gara-gara Pertanyaan Seorang Arab Badui tentang Kewajiban Haji 258
Gara-gara Pemiliki Qubbah 261
Gara-gara Tidak Berpegang Teguh kepada Al-Quran dan Sunah 264
Ketika Mengingatkan Semakin Dekatnya Ya‘juj dan Ma‘juj 269
Gara-gara Utusan Bani Tamim Tidak Mau Menerima Berita Gembira yang Ditawarkan, Malah Diterima Penduduk Yaman 276
Gara-gara Melihat Sekelompok Quraisy Melepaskan Kain Mereka untuk Dijadikan Mainan dengan Memukul Satu sama Lain 279
Gara-gara Kerancuan Beberapa Sahabat dalam Memahami Ayat 281
Gara-gara Perlakuan Khalid ibn al-Walid terhadap Hak Ammar ibn Yasir ra. 287
Daftar Pustaka 290