Detail Buku

حَيَاةُ الْأَرْضِ بِالدِّيَمِ، وَحَيَاةُ النُّفُوْسِ بِالْهِمَمِ، وَحَيَاةُ الْقُلُوْبِ بِالْحِكَمِ
Bumi menjadi hidup oleh hujan. Jiwa menjadi hidup oleh tekad. Hati menjadi hidup oleh hikmah
~
Sejak kecil, Imam Syafi’i sudah gandrung dengan syair. Ia bahkan sempat mempelajari syair-syair.
Sampai suatu ketika saat sedang berjalan di satu sudut kota Makkah, ia mendengar suara
menyerunya, “Muhammad ibn Idris, sebaiknya kau mempelajari ilmu!” Imam Syafi’i tertegun dan
menoleh ke asal suara itu, namun ia tak melihat siapa-siapa.

Setelah peristiwa tersebut, Imam Syafi’i muda mengalihkan perhatiannya. Ia mulai mengembara,
menemui guru demi guru untuk mempelajari ilmu-ilmu yang prinsip dalam agama. Meski demikian,
ia sama sekali tidak meninggalkan kegandrungannya terhadap syair. Ia kerap bersyair pada momen-
momen tertentu.

Buku ini menghimpun syair-syair dan hikmah-hikmah terpilih Imam Syafi’i dalam berbagai tema yang
senantiasa relevan sepanjang zaman: spiritualitas, ilmu, etiket, persahabatan, percintaan, nasihat
kehidupan, dan lain-lain—dikemas dalam kata-kata indah dan memuat makna-makna menggugah.
Melalui karya berharga ini, kita juga akan tahu jati diri dan kepribadian Sang Imam. Di halaman lain,
kita akan dibuat tersenyum seraya terhibur berkat syair atau hikmah yang membuat kita seakan tak
percaya seorang Imam Syafi’i mengatakannya.

Selamat mengaji dan menghidupkan hati bersama Sang Imam yang rendah hati.

Daftar Isi Buku Al-Hikam Imam Syafii