Detail Buku

Kemampuan kita menawan hati orang lain dan memantik kecintaan tulus mereka
memberikan kita banyak sisi kenikmatan hidup
* * *
Membuat orang lain menghargai dan mencintai kita tidak segampang menghitung bilangan hari.
Hidup berdampingan membutuhkan seni. Latihan berkelanjutan harus terus dilakukan. Yang tak
kalah penting, menemukan panutan yang layak diteladani.

Adakah teladan yang lebih baik daripada Rasulullah? Nah, apa saja yang beliau lakukan untuk
membuat orang lain terpesona? Apa yang beliau kerjakan supaya hidup ini selalu terasa indah dan
menyenangkan?

Melalui buku ini, Dr. al-Arifi—motivator yang telah menginspirasi jutaan muslim di berbagai belahan
dunia—berhasil secara gemilang memberikan pelajaran sekaligus hiburan. Dengan gaya tutur renyah dan jenaka, ia tak saja memaparkan keterampilan Nabi dalam berinteraksi dengan sesama dan kemampuannya menikmati hidup, tapi juga menggerakkan kita untuk mempraktikkannya dalam kehidupan nyata di zaman kita. Kita dituntun bagaimana menarik perhatian, memengaruhi orang lain, memaafkan kesalahan, dan bahkan bergaul dengan orang berperangai buruk sekalipun. Intinya, kita akan belajar bagaimana menikmati hidup ini dengan cara menyenangkan.

Inilah hasil daras dan penelitian penulis selama dua puluh tahun. “Inilah buku,” tutur Dr. al-Arifi,
“yang setiap detail kalimatnya kutulis dengan tinta bercampur darahku. Di antara ruas barisan kata
kutumpahkan segenap jiwaku. Dan, di buku inilah kuperas sari ingatanku. Aku bersumpah, setiap
kata itu keluar dari lubuk hatiku karena aku ingin ia bersemayam di hatimu. Bagiku, buku ini paling
kusukai dan paling berharga. Di dalamnya tertuang kenangan pribadi, pengalaman nyata, dan ragam peristiwa yang baru pertama kali kuceritakan. Semoga Allah melimpahkan manfaatnya.”

Daftar Isi Buku Nikmati Hidupmu



Pengantar
Mereka Tidak Akan Mengambil Manfaat …
Apa yang Akan Kita Pelajari?
Mengapa Kita Membahas Keterampilan?
Kembangkan Terus Dirimu
Jangan Menangisi Susu yang Tumpah
Jadilah Orang yang Berbeda
Siapakah yang Paling Kaucintai?
Nikmatilah Aneka Keterampilan
Bersama Orang Miskin
Perempuan
Anak Kecil
Pembesar dan Rakyat Kecil
Terhadap Para Pembangkang
Sayang Binatang
100 Cara Memikat Hati Orang
Perbaiki Niat, Semua karena Allah
Pakai Citarasa yang Pas
Pilih Perkataan yang Cocok
Bersikap Lembutlah Ketika Pertama Kali Bertemu
Manusia Itu seperti Kandungan Bumi
Sehelai Rambut Mu‘awiyah
Kunci Pembuka Hati
Memerhatikan Aspek Kejiwaan
Berikan Perhatian pada Orang Lain
Buat Orang Lain Merasa Engkau Menginginkan yang Terbaik bagi Mereka
Hafalkan Banyak Nama
Jadilah Pengagum
Hati-Hati, Jadilah Pengagum Keindahan Saja
Jangan Ikut Campur yang Bukan Urusanmu
Menghadapi Orang yang Suka Ikut Campur
Jangan Mengkritik
Jangan Menggurui
Peganglah Tongkat di Bagian Tengahnya
Jadikan Mengatasi Kesalahan Itu Gampang
Pendapat Lain
Balas Keburukan dengan Kebaikan
Buat Orang Mengakui Kesalahannya agar Bisa Menerima Nasihat
Jangan Mencelaku! Selesai Persoalan
Pastikan Kesalahan Sebelum Menasihati
Cambuk Aku Pelan-Pelan
Hindari Terlibat Masalah
Akui Kesalahanmu, Jangan Sombong
Kunci Kesalahan
Lepaskanlah Belenggu
Menyiksa Diri
Masalah yang Tak Terpecahkan
Jangan Bunuh Dirimu dengan Kesedihan
Terimalah yang Diberikan Allah kepadamu dengan Lapang Dada
Jadilah Gunung
Jangan Melaknatnya karena Minum Khamar
Jika Tidak Ada yang Engkau Inginkan, Inginkanlah yang Ada
Kita Boleh Berbeda, Namun Tetap Bersaudara
Kelembutan Selalu Jadi Hiasan
Antara yang Hidup dan yang Mati
Jadikan Lidahmu Manis
Singkat Saja, Jangan Berdebat
Jangan Hiraukan Perkataan Orang Lain
Senyum, Senyum, dan Senyum
Benang Merah
Menjaga Rahasia
Memenuhi Kebutuhan
Jangan Membebani Diri di Luar Batas Kemampuan
Siapa Menendang Kucing?!
Rendah Hati
Ibadah Tersembunyi
Keluarkan Mereka dari Jurang
Perhatikan Penampilan
Jujur
Keberanian
Memegang Teguh Prinsip
Godaan
Memaafkan Orang Lain
Dermawan
Mencegah Kejahatan
Bukan untuk Mengumbar Permusuhan
Lidah Itu Raja
Jaga Mulutmu
Kunci
Kesan Baik
Penyihir
Buat Orang Lain Bahagia dengan Kata-Kata jika Keadaan Tak Bisa Membahagiakannya
Doa
Tambal Sulam
Melihat dengan Dua Mata
Seni Mendengar
Seni Berdebat
Putus Jalan bagi yang Suka Protes
Tunggu, Jangan Dulu Protes
Sebelum Berbicara dengan Rasulullah, Bersedekah Dulu
Tidak Harus Selalu Berhasil
Jadilah Pahlawan, Mulai Sekarang