Detail Buku

Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mereka yang membersihkan diri
(al-Baqarah: 222). 


Sebagaimana Allah memberi manusia potensi untuk jatuh, Dia juga memberinya potensi untuk bangkit. Tiap penyakit pasti ada obatnya. “Setiap orang pasti bersalah,” tutur Nabi. Itulah penyakit manusia. Tapi, “sebaik-baik orang bersalah adalah yang bertobat.” Inilah obatnya. 


Tobat merupakan rahmat atau kasih sayang Allah. Sebelum Allah memanggil kita untuk menghadap-Nya, kita yang tak luput dari dosa dan maksiat diberi kesempatan untuk bertobat, bergegas menyambut ampunan dan rahmat-Nya. Allah tidak serta-merta memastikan hukuman di akhirat kelak untuk setiap maksiat yang kita lakukan di dunia ini. 


Buku ini menyajikan 50 kisah orang-orang yang bergelimang maksiat, tapi—dengan pertolongan Allah—menyentuh liang lahad dengan berbekal tobat; orang-orang yang berlumur dosa, tapi menjemput maut dengan senyum di raut; penjahat kelas berat, tapi menutup hayat dengan medali rahmat. 


Lewat buku ini, hati kita disentak: betapa Allah Maha Pengampun dan Penerima tobat. Betapa rahmat dan kasih sayang-Nya luas tak berbatas. Betapa Dia mengasihi kita jauh melampaui orangtua kita sendiri. Betapa ampunan-Nya tertuang bagi jiwa yang merindukan. Betapa Dia bahagia menyambut jiwa yang menyesal melebihi kebahagiaan seorang musafir yang kehilangan unta beserta perbekalan di tengah gurun pasir, lalu setelah lelah mencari dan putus asa, unta itu tiba-tiba muncul dengan sendirinya.


Daftar Isi Buku Tobat Itu Nikmat


1. Wahsyi Bertobat
2. "Sucikan Aku, Rasulullah ..."
3. Tobat Wanita Pezina
4. "Aku Berzina dan Membunuh Anak Hasil Zinaku ..."
5. Tobat Seorang Perampok
6. Maryam al-Majdaliyah
7. Mati dengan Jiwa Sebening Embun
8. Pemuda Kelewat Batas
9. Dua Bersaudara
10. Ia Tak Pernah Berbuat Satu Kebaikan Pun
11. Laki-laki Ini Protes kepada Allah
12. Catatan Kejahatannya Terhapuskan dari Buku Harian
13. 20 Tahun Bermaksiat
14. "Kau Bebas karena Allah."
15. Berkat Si Anak
16. Khamar itu Berubah Jadi Cuka
17. Dia Laki-laki Pemabuk
18. Pemuda Maksiat Mati sebagai Wali Allah
19. Laki-laki Maksiat dan Hujan
20. Tergoda Sepasang Mata Perempuan
21. Gara-gara Seekor Burung dan Ular Buta
22. Budak Raja Seharga Dua Dirham Saja
23. "Aku Takut kepada Allah."
24. Berkat Secarik Kertas
25. Tobat Cukup untuk 70 Penduduk Madinah
26. "Kalau Tidak, Hangus Tubuhmu Dilahap Api Neraka!"
27. "Kutinggalkan Semua, Bergegas Menuju Tuhan"
28. Tobat Seorang Penyamun
29. "Kenanglah Aku di Sana ..."
30. Berkat Seorang Budak
31. Tobat Orang Terkaya di Damaskus
32. "Aku Terbangun Ketakutan ..."
33. Bermimpi Didoakan Nabi
34. Pemabuk Nyaris Dipatuk Ular
35. Dzun Nun al-Mishri dan Pemuda Sakti
36. Berkat Melayani Anak Yatim
37. Didoakan Semoga Diampuni, Ia Bertobat
38. "Kau Tidur, padahal Tuhanmu Tidak ..."
39. Wasiat Ahli Maksiat
40. Pencuri Tercuri Tobat
41. Tobat lalu Wafat
42. Berkat Cincin Berukir Lâilâha illallâh Muhammadur Rasulûlullâh
43. Pemuda Ini Bertobat, lalu Istrinya
44. "Aku Bertobat ... Aku Bertobat ..."
45. Meraung-raung di Hijir Ismail
46. Masuk Surga Tanpa Shalat Serakaat pun!
47. Lebih Baik Mati Daripada Berbuat Maksiat
48. Obat Dosa
49. Ingatlah Mati
50. "Besok Kau pun Akan Jadi Seperti Ini ..."
Rampai Rujukan