Detail Buku

Bersiaplah dengan buku berdaya ubah ini. Anda diajak untuk tumbuh—bertransformasi menuju kedewasaan mental dan spiritual dengan proses tazkiyah al-nafs. Tazkiyah al-nafs—dalam bahasa Arab—tak hanya bermakna menyucikan tapi juga menumbuhkan jiwa. Jiwa Anda sudah cerdas. Ragam informasi, budaya, lingkungan, dan perilaku buruklah yang acap menjadi kabut bagi kecerdasan batin Anda.


Berlandaskan Al-Quran, hadis, ajaran para salaf saleh, dan ketajaman mata hati seorang guru spiritual, al-Syabrâwî hendak menuntun Anda bagaimana membersihkan pelbagai kotoran yang menggerogoti kecerdasan jiwa Anda, lalu memaparkan tahap-tahap perkembangan kualitas jiwa—dari jiwa terendah (al-nafs al-ammârah) hingga puncak kesempurnaannya (al-nafs al-kâmilah)—lengkap dengan rambu-rambu, dorongan, peringatan, dan penggambaran keadaan, serta kedudukan rohani. Tahap demi tahap diulas lugas sebagai satu rangkaian perjalanan panjang menuju Allah, muara segala hamba.


Inilah buku yang ditunggu muslim yang mendamba sapaan-mesra Allah: “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai. Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (al-Fajr: 27–30). Muslim manakah yang tidak ingin memiliki jiwa yang tenang dan tak mau diundang Tuhan untuk memasuki surga-Nya? Mukmin manakah yang tidak mengharap perjumpaan dengan Sang Khalik dalam keadaan rida dan diridai? 


Syekh ‘Abdul Khâliq al-Syabrâwî (1887–1947) adalah guru besar di Universitas Al-Azhar, Kairo. Selain menjadi mursyid di tarekat khalwati, ia dikenal sebagai pengembara spiritual tanpa henti. Ia juga pernah menempuh tarekat Syadziliyyah dan Naqsyabandiyyah. Di antara karyanya adalah Spiritual Liberation.


Daftar Isi Buku Buku Saku Psikologi Sufi


Derajat-Derajat Jiwa: Pengantar Penulis
Pendahuluan: Anjuran Menempuh Jalan Ruhani, Keutamaan Jalan Itu, dan Cara Membebaskan Diri dari Sifat Buruk
• Amarah (Ghadab)
• Dengki (Hasad)
• Dendam (Hiqd)
• Kikir (Bukhl)
• Angkuh (Kibr)
• Congkak (‘Ujb)
• Terpedaya (Ghurûr)
• Ingin Dipuji (Riyâ’)
• Cinta Pangkat dan Jabatan (Hubb al-Jâh wa al-Riyâsah)
• Banyak Bicara (Katsrah al-Kalâm)
• Senda Gurau (Mizâh)
• Berhias Karena Makhluk (al-Tazayyun lil-Khalq)
• Besar Mulut (Tafâkhur)
• Tertawa (Dhâhik)
• Berpanjang Angan-angan dan Serakah (al-Amal wa al-Hirsh)
• Perangai Buruk (Sû’ al-Khuluq)
Bagian Pertama: Jiwa Yang Memerintahkan Kejahatan (al-Nafs al-Ammârah)
Bagian Kedua: Jiwa yang Penuh Penyesalan (al-Nafs al-Lawwâmah)
Bagian Ketiga: Jiwa yang Terilhami (al-Nafs al-Mulhamah)
Bagian Keempat: Jiwa yang Tenteram (al-Nafs al-Muthma’innah)
Bagian Kelima: Jiwa yang Rida (al-Nafs al-Râdhiyah)
Bagian Keenam: Jiwa yang Diridai (al-Nafs al-Mardhiyyah)
Bagian Ketujuh: Jiwa yang Sempurna (al-Nafs al-Kâmilah)
Penutup
Menyusuri Kota-Kota Jiwa: Kisah tentang Transformasi Diri
Catatan Akhir
Indeks