Detail Buku

… terus mendekat dari syariat ke hakikat

Sudahkah wudhu kita membersihkan diri kita dari keterikatan kepada dunia dan menyucikan pikiran kita dari keraguan dan kesesatan? 

Pernahkah Anda merasa shalat Anda hanya tinggal gerak badan tanpa getaran hati? Ibadah haji dan umrah menjadi salah satu di antara sejumlah wisata? Zakat dikeluarkan sama beratnya dengan pajak? Dan puasa menjadi rangkaian upacara kesalehan yang lewat begitu saja setelah usai bulan Ramadan? Mengapa demikian?

Sebab, tutur buku ini, kita acap kali belum bisa menikmati ibadah kita; belum menyentuh “jiwa” ibadah itu sendiri. 

Ali ibn Abi Thalib k.w. pernah menuturkan tiga tipe orang beribadah. Pertama, beribadah karena mengharapkan balasan. Ibadah mereka merupakan  investasi masa depan. Semakin banyak ia menjalankan ritual-ritual keagamaan semakin banyak pula imbalan dari Tuhan yang akan diterimanya. Itulah ibadah para pedagang, pebisnis. Kedua, karena takut pada siksa-Nya. Ibadah mereka sama seperti pengabdian seorang budak kepada tuannya. Ia melakukan segala tugas yang dibebankan karena khawatir mendapat murka sang majikan bila ia melanggarnya. Biasanya mereka menjalankan ibadah hanya untuk menggugurkan kewajiban. Ketiga, beribadah karena mereka sadar memang seharusnya beribadah. Itulah ibadah orang merdeka. Ibadah mereka dihiasi cinta dan ketulusan.

Buku ini hadir untuk menuntun kita agar ibadah tidak lagi menjadi sekadar kewajiban atau karena takut terhadap siksa akhirat, melainkan sebagai wahana untuk menumbuhkan kemuliaan jiwa, ketenteraman batin, kesuksesan hidup, dan kebahagiaan manusia sebagai hamba Allah.  Kita diajari menyentuh “jiwa” ibadah itu dengan cara mengelupas selubung-selubung makna spiritual setiap ibadah—mulai dari bersuci, shalat, puasa, zakat, dan haji. 

Pembaca akan menyadari betapa semua bentuk ibadah adalah hadiah dan anugerah Allah bagi hamba-Nya yang beriman. Setiap ibadah menjadi ekspresi cinta dan kerinduan spiritual sang hamba pada Penciptanya. Hanya dengan cintalah ibadah menjadi mudah. Kepatuhan menjadi kerinduan. Ketaatan menjadi dambaan.

Inilah buku yang menyelamatkan kita dari beribadah sekadar rutinitas. Sebaliknya, kita dituntun untuk beribadah secara cerdas dan berkualitas.

Daftar Isi Buku Buku Induk Rahasia dan Makna Ibadah



Pengantar
Pendahuluan: Mengapa Kita Beribadah

Makna dan Macam Ibadah

Ibadah Sebagai Fitrah Manusia

Menghayati Ibadah

Bagian Pertama
RAHASIA THAHARAH
Sucikan Dirimu, Dekati Tuhanmu
Bab 1: Makna Berwudhu, Mandi, dan Tayamum

Allah Mahasuci dan Mencintai yang Suci

Penyucian Diri dari Najis dan Hadas

Bagian Kedua
RAHASIA SHALAT
Jadikan Sebagai Penolong dan Penyejuk Hatimu
Bab 2: Semesta Makna Shalat

Makna Shalat

Makna Waktu Shalat

Kesucian Tempat Shalat

Menutup Aurat

Azan: Seruan Mendirikan Shalat dan Meraih Kebahagiaan

Keutamaan Azan

Menghadap Kiblat

Bab 3: Makna Rukun Shalat

Niat: Ruh Shalat

Qiyâm: Takzim di Hadapan Allah

Takbîrat al-Ihrâm: Tenggelam dalam Kebesaran Ilahi

Tawjîh dan Doa Iftitâh

Al-Fâtihah: Dialog antara ‘Âbid dan Ma‘bûd

Rukuk: Patuh dan Pasrah di Hadapan Allah

Memahami Makna I‘tidâl

Sujud: Hina Dina di Hadapan Allah

Duduk Antara Dua Sujud

Tasyahhud: Kesaksian Tauhid

Salam: Kesejahteraan dan Kedamaian bagi Alam Semesta

Bab 4: Rukun Batiniah Shalat

Elemen-Elemen Batin Shalat

Bagian Tiga
RAHASIA BERPUASA
Jalan Sunyi Mendekati dan Meneladani Allah
Bab 5: Puasa Diwajibkan Karena Dibutuhkan

Puasa adalah Kewajiban

Puasa adalah Kebutuhan

Dampak Ruhani Puasa

Bab 6: Puasa dan Cerminan Citra Ilahi

Takhallî, Tahallî, dan Tajallî

Puasa untuk-Ku

Manusia Citra Ilahi

Bab 7: Makna Syarat dan Rukun Puasa

Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa

Makna Spiritual Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa

Makna Spiritual Rukun Puasa

Sunnah Puasa dan Yang Membatalkan Puasa

Sunnah Puasa

Makna Spiritual di Balik Sunnah Puasa

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa

Makna Spiritual di Balik Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Bab 8: Tingkatan Puasa

Puasa Tingkatan Pemula (‘umûm)

Puasa Tingkatan Khusus

Puasa Tingkatan Istimewa (Khushûsh al-Khushûsh)

Bab 9: Puasa Ruhani

Puasa Fisik dan Puasa Psikis

Menuju Puasa Ruhani

Berpuasa dengan Cinta

Puasa dalam Tradisi Agama-Agama

Bab 10: Kemuliaan Malam-Malam Ramadan

Bangun Malam dan Tarawih

Tadarus Al-Qur­an

Iktikaf dan Zikir

Laylatul Qadar: Malam Seribu Bulan Yang Diberkahi

Bekerja dan Bersedekah pada Siang Hari

Bagian Empat
RAHASIA ZAKAT
Tebarkan Kasih Raih Cinta Ilahi
Bab 11: Zakat: Antara Fikih dan Tasawuf

Pendekatan Fikih

Pendekatan Tasawuf

Bab 12: Zakat Harta dan Zakat Jiwa

Pengertian Zakat

Zakat Harta

Zakat Jiwa

Bab 13: Syarat Wajib dan Syarat Sah Zakat

Syarat Wajib Zakat

Syarat Sah Zakat

Syarat Wajib dan Syarat Sah Zakat dalam Tinjauan Spiritual

Bab 14: Jenis Harta Yang Wajib Dizakati, Nisab, dan Haul

Jenis-Jenis Harta Wajib Zakat

Makna Spiritual dalam Jenis Zakat

Nisab dan Haul

Nisab dan Zakat Emas dan Perak

Nisab dan Zakat Hewan Ternak

Nisab dan Zakat Biji-bijian dan Buah-buahan

Nisab dan Zakat Harta Perniagaan

Nisab dan Zakat Uang

Nisab dan Zakat Barang Tambang

Nisab dan Zakat Harta Karun (Rikâz)

Nisab dan Zakat Investasi

Nisab dan Zakat Profesi

Makna Spiritual dalam Nisab dan Haul

Bab 15: Pendistribusian Zakat kepada Mustahik

Mustahik Zakat

Makna Spiritual dalam Mustahik Zakat

Pendistribusian Zakat

Bab 16: Adab Pelaksanaan Zakat

Adab Sebelum Membayarkan Zakat

Adab Ketika Membayar

Adab Setelah Menunaikan Zakat

Bab 17: Kebahagiaan Muzaki dan Penderitaan Munkir Zakat

Derita Orang yang Menolak Zakat

Kebahagiaan Para Muzaki

Derita dan Bahagia di Mata Kaum Sufi

Bab 18: Sedekah dan Wakaf

Jenis-Jenis Pemberian

Keutamaan Sedekah

Spiritualitas Sedekah

Keutamaan Wakaf

Rukun dan Syarat Wakaf

Makna Spiritual Wakaf

Bab 19: Zakat Fitrah

Zakat Fitrah

Makna Spiritual Zakat Fitrah

Lampiran: Tabel Zakat
Bagian Lima
RAHASIA IBADAH HAJI
Ziarah Ruhani Menemukan Hakikat Diri
Bab 20: Makna Haji dan Umrah

Haji: Ritual Penuh Simbol dan Sarat Makna

Makna Umum Haji dan Umrah

Bab 21: Makna Syarat-Syarat Haji
Bab 22: Ihram dan Miqat

Ihram dari Miqat

Larangan Selama Ihram

Kembali kepada Jatidiri

Kembali kepada Allah

Lambang Keikhlasan

Bab 23: Tawaf

Ka‘bah dan Ibadah Tawaf

Tawaf dan Aturan Pelaksanaannya

Macam-Macam Tawaf

Tawaf: Miniatur Gerak Alam Semesta

Hanya Satu Tujuan Hidup

Lambang Cinta

Bab 24: Sai

Siti Hajar Sebagai Rujukan

Tatacara Sai dan Dasar Pelaksanaannya

Derajat Perempuan

Cinta, Ketegaran, dan Kepasrahan

Bab 25: Arafah

Pelaksanaan Wukuf

Di Arafah, Tuhan Begitu Dekat

Padang Perkenalan

Kesetaraan Manusia

Wukuf: Perhentian yang Hanya Sebentar

Bab 26: Melontar Jamarât

Muzdalifah

Mina

Perjuangan Melawan Godaan

Simbol Perlawanan terhadap Musuh Kebenaran

Lampiran: Doa Haji dan Umrah
Daftar Pustaka
Indeks
Tentang Penulis