Detail Buku

Disertai ulasan oleh Ibn ‘Ilan al-Shiddiq al-Syafi‘i (w. 1033 H)

Memandu salik menuju Sang Khalik. Pesan, seruan, dan arahan di dalam buku langka ini dikemas dalam butir-butir hikmah yang singkat namun memikat, sederhana namun membuat hati kita lekas terjaga.
 
Agar hidup kita tak gamang, tujuan hidup kita harus terang.
Agar hidup kita lebih tenang, kita mesti mendekat kepada Yang Mahatenang. Dan dalam ketenangan itu, kita bisa menikmati setiap keadaan.

Butir-butir hikmah dalam buku ini hadir menuntun kita untuk menemukan mutiara-mutiara hakikat sehingga kita mampu melihat kenyataan dengan lensa iman; kita terjaga dari ilusi kesementaraan (dunia) hingga bergegas mengejar keabadian (akhirat); kita mengerti rambu-rambu spiritual hingga berhasil meniti diri dan melintasi segala halangan di jalan Tuhan; kita disuguhi pesan, seruan, dan arahan agar bisa merasakan nikmatnya ibadah para salik yang tak putus merindu Sang Khalik—lebih dari itu, agar pribadi kita juga  seimbang: mulia di hadapan Tuhan sekaligus bermakna bagi kemanusiaan.
 
Selain lebih tua hampir satu abad daripada al-Hikam Ibnu Athaillah yang terkenal itu, Al-Hikam Abu Madyan juga disebut-sebut sebagai salah satu karya terpenting spiritualitas Islam. Tak heran bila banyak ulama setelahnya mengulas kitab ini, seperti Syekh Baisyan, Syekh al-Alawi, dan Ibn ‘Ilan al-Shiddiq al-Syafi‘i. Di antara buku-buku ulasan lainnya, karya Ibn ‘Ilan yang Anda pegang inilah yang paling singkat tapi padat, juga kaya dengan dasar yang kuat. Selamat menikmati. Selamat meniti hati untuk perubahan diri.

Daftar Isi Buku Mengaji AL-HIKAM



Pengantar Redaksi
1.    Al-Quran Terus Turun
2.    Musnah Jika Terputus dari Allah
3.    Empat Hal untuk Memahami Tarekat
4.    Ihsan, Puncak Keimanan
5.    Memperhatikan Ucapan Ulama
6.    Makrifat adalah Jika Hanya Allah yang Terlihat
7.    Tiga Hal Penting Bagi Seorang Hamba
8.    Usiamu Hanya Satu Tarikan Napas
9.    Hati Hanya Menghadap ke Satu Arah
10.    Nikmat Munajat Kaudapat Jika Dia Menjadi Satu-satunya Kiblat
11.    Membersihkan Mata Hati
12.    Tiga Orang Berbahaya
13.    Keadaan Lahir adalah Jendela Keadaan Batin
14.    Hanya yang Telah Belajar yang Berhak Mengajar
15.    Orang yang Merdeka adalah yang Berserah kepada Tuhannya
16.    Mudah Mendapatkan Pemahaman Jika Kau Sampai di Maqam Ihsan
17.    Tidak Ada Istirahat Jika Kau Sudah Nikmat Bermunajat
18.    Yang Melalaikan Tuhan Tidak Tahu Tujuan Dirinya Diciptakan
19.    Jadikan Kesabaran sebagai Bekal Perjalanan
20.    Angan-angan Membuat Jalanmu Melambat
21.    Seorang Salik dan Seorang Arif
22.    Dua Macam Kematian
23.    Agar Allah Selalu Menatapmu dan Mengasihimu
24.    Menjadi Hina adalah Ujian Orang yang Sibuk dengan Dunia
25.    Kenali Kekurangan Diri
26.    Sibuk dengan yang Fana Akan Membuatmu Teperdaya
27.    Jagalah Tubuh, Hati, dan Nafsumu
28.    Ilmu yang Paling Bermanfaat dan Ilmu yang Paling Mulia
29.    Hati Ahli Dunia dan Hati Kaum Arif
30.    Agar Selalu Tergerak  untuk Taat dan Terhalang dari Maksiat
31.    Yang Dinilai Bukan “Apa”, Melainkan “Bagaimana”
32.    Kokoh Bersama Allah
33.    Kelemahan adalah Hina dan Kemampuan adalah Mulia
34.    Kenapa Kita Jauh dari Jalan Makrifat
35.    Hanya Bahagia dengan Sesuatu dari Tuhan
36.    Murâqabah, Puncak Ketaatan
37.    Tidak Melupakan Khalik untuk Kepentingan Makhluk
38.    Kuat adalah Kau Melihat Kebaikan, Bukan Keburukan
39.    Tulus Bermualamah Agar Terbebas dari Dusta
40.    Hanya Sedikit Orang Jujur di Antara Orang Saleh
41.    Kefakiran Akan Bercahaya Jika Tak Kauungkap
42.    Fana Bersama-Nya
43.    Pembual adalah yang Membanggakan Diri Sendiri
44.    Tak Sampai di yang Dituju Sebab Dikuasai Nafsu
45.    Tawakal Kepada Dia Yang Mahakekal
46.    Menerima Nasihat Meski dari Orang yang Lebih Rendah
47.    Selama Tuhan Tidak Hadir, Hati akan Selalu Terbelenggu Nafsu
48.    Hingga Zikirmu kepada-Nya Melampaui Ingatanmu kepada Dirimu Sendiri
49.    Menghisab Diri untuk Mencapai Maqam Murâqabah
50.    Menangisi Diri Sendiri Tanda Kau Peduli
51.    Abaikan Syahwat Agar Hati Sehat
52.    Kau akan Kalah Jika Tak Mendapat Bantuan Allah
53.    Menaiki Tangga Ruhani dengan Beradab
54.    Mengosongkan Diri dari Kesibukan Dunia
55.    Mengharap Istana Surga atau Menyaksikan Kehadiran-Nya
56.    Disebut Hamba Jika Harapanmu Tertambat Hanya Kepada-Nya
57.    Tiga Macam Orang Terjaga
58.    Berpaling dari Dunia Secara Beradab
59.    Mesra Saat bersama dan Selalu Rindu
60.    Sadari Perhatian-Nya kepadamu, Bukan Perhatianmu kepada-Nya
61.    Menanggalkan Simbol untuk Menyingkap Hijab
62.    Tawanan diri, Tawanan Syahwat, dan Tawanan nafsu
63.    Orang Paling Kaya dan Orang Paling Miskin
64.    Rindu adalah Kendaraan Seorang Salik
65.    Kesatuan Ruh dan Raga
66.    Teman yang Tak Tepat akan Menghambat Perjalanan Ruhanimu
67.    Sabar Bersama Tuhan
68.    Kenali Dirimu Agar Kau Tak Tertipu Pujian
69.    Pengakuan-akuan Muncul dari Kebodohan
70.    Rasa Takut Para Nabi Melampaui Amal Manusia dan Jin
71.    Hamba Dunia Dilayani Budak Sahaya, Hamba Akhirat Dilayani Orang Merdeka
72.    Fokus Kepada Tuhan, Amal Hanya Sebagai Jalan
73.    Perkataan yang bermanfaat dan Perkataan yang Menembus Hati
74.    Tidak Dikenal dan Tidak Mengenal Manusia untuk Mendekati Tuhan
75.    Satu-satunya Jalan Melihat Tuhan
76.    Penyesalan Orang Berdosa dan Keangkuhan Orang Taat
77.    Kesombongan adalah Sebab Kehancuran
78.    Perhiasan Orang Arif
79.    Bergantung kepada Makhluk, Meragukan Khalik
80.    Tuhan Tak Pernah Sekalipun Menzalimimu
81.    Jaga agamamu, jaga hatimu
82.    Jika Kau Melihat Kelemahan Gurumu
83.    Hadirkan Hati Saat Berzikir
84.    Sadar Bersama Ahli Zikir
85.    Warak, Pengabdian, Cinta, dan Makrifat
86.    Caramu Bergaul adalah Tanda Kepribadianmu
87.    Makanan Kaum Arif adalah Kebaikannya
88.    Jangan Buka Rahasia kepada Orang yang Baru Kaukenal
89.    “Bukan kepada Rumah itu Aku Terpesona, Melainkan kepada Penghuninya”
90.    Buruk Sangka dan Hawa Nafsu adalah Penghalang
91.    Tak Ada yang Lebih Penting dalam Makrifat Selain Diri-Nya
92.    Menghormati Wali Allah
93.    Menjaga Kesucian Hati dengan Kesetiaan
94.    Dekat kepada-Nya dan Larut dalam Cinta-Nya
95.    Fondasi Tasawuf adalah Pengabdian
96.    Selalu Senang Jika Bersama Sang Kekasih
97.    Fakir adalah Jika Matamu Tak Menyaksikan Selain Dia
98.    Tingkatan Zuhud
99.    Ilmu untuk Mengajar Manusia dan Ilmu untuk Mengenal Allah
100.    Adab Berguru
101.    Nasihat untuk Jiwa
102.    Kasih Sayang Mereka kepadamu akan Dicabut
103.    Makhluk Tak Lagi tampak Jika Kau Menyaksikan al-Haqq
104.    Puncak Ikhlas adalah Jika Kau Fana dari Dirimu
105.    Harga Tasawuf adalah Kepasrahan Total
106.    Tak Disebut Fakir Jika Kau Lebih Suka Menerima
107.    Murâqabah Muncul dari Rasa Takut
108.    Yang Mengabaikan Amal Tak Layak Mendekati Tuhan
109.    Mengendalikan dan Menguasai Kondisi Ruhani
110.    Melenyapkan Jejak Diri untuk Mencapai Makrifat
111.    Menjadi Hamba Sempurna dengan Ikhlas Mengabdi
112.    Hanya dengan Karunia Kau akan Sampai Kepada-Nya
113.    Memenuhi Hati dengan Pengagungan kepada Tuhan
114.    Kaum Arif adalah Salah Satu Ayat Tuhan
115.    Jangan Berpaling dari Sesuatu Sampai Kau Mengenal Segala Sesuatu
116.    Tidak Ada Siapa-siapa Selain Zat Yang Maha Esa
117.    Tiga Bukti dalam Dirimu
118.    Menjauhi Dunia yang Hina
119.    Penuhi Hak-Hak Allah dengan memenuhi Hak-Hak Saudaramu
120.    Taat dan Syukur
121.    Keajaiban Ikhlas
122.    Tuhan Hadir Saat Kau Tenggelam dalam Zikir
123.    Jasad Mereka Bekerja untuk-Nya, Ruh Mereka Menyaksikan-Nya
124.    Kefakiran, Ilmu, Diam, Putus Asa, Zuhud, dan Lalai
125.    Meluruskan Tobat Sebelum Meraih Kehendak
126.    Nikmat Menjadi Hamba dengan Bersyukur
127.    Jika Salik Senantiasa Menghadap Tuhan
128.    Kau Takkan Mendapat Manfaat Jika Melihat Alam dengan Syahwat
129.    Allah Sendiri Yang Menunjukanmu untuk Sampai Kepada-Nya
130.    Ucapan Paling Bermanfaat
131.    Zikir adalah Menyaksikan Hakikat dan Melenyapkan Tabiat
132.    Yang Membuat Hati Bebal
133.    Yang Tak Wajib Menghapus Kemungkaran
134.    Tanda Orang Tak Mengenal-Nya adalah Sibuk dengan Amalnya
135.    Jangan Menghamba Jika di Hatimu Masih Ada Selain-Nya
136.    Keterpisahan dan Keterhubungan Tuhan dan Manusia
137.    Tubuh adalah Pena, Ruh adalah Papan, dan Diri adalah Cawan
138.    Penyatuan Membakar, Penyaksian Memadamkan
139.    Jangan Mengaku-aku Agar Kau Tak Terputus dari Jalan Ini
140.    Meninggalkan Dunia Lebih Ringan daripada Mementingkannya
141.    Istirahatlah dari Beban Hijab
142.    Mengikuti Rasulullah untuk Sampai kepada Allah
143.    Tanda Allah Menghendaki Kebaikan untukmu
144.    Senang Bersama Makhluk, Terasing dari Khalik
145.    Karena Lalai, Syahwat Digapai
146.    Bergaul dengan Ahli Bidah Mematikan Hati
147.    Perhatikan Ketaatannya
148.    Zindik adalah Membincangkan Ilmu tanpa Meneladani Hakikatnya
149.    Belajar dari Guru agar Tak Menyesatkan
150.    Ibadah tanpa Ilmu
151.    Seorang Syekh yang Sebenarnya
152.    Fakir, Sufi, Syekh, dan Arif
153.    Akhlak Salik
Riwayat Hidup Syekh Abu Madyan