Detail Buku Segera Terbit

Menyuguhkan hari-hari penting yang dilalui empat imam pendiri mazhab fikih Ahlussunnah Waljamaah. Lebih dari sekadar biografi, buku ini menggugah kita untuk sadar dan terhubung dengan warisan intelektual Islam dan figur-figur teladan yang tak lekang oleh waktu dan terus menginspirasi di sepanjang zaman.

Imam Abu Hanifah
Sosok yang sangat mensyukuri anugerah akal. Ia menjunjung tinggi kebebasan berpikir, namun yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia senang berdiskusi dan bahkan berdebat—bukan untuk menjatuhkan lawan dalam kesalahan, namun agar sampai di titik temu dan kebenaran. Prinsip demikian membuatnya rendah hati dan tak fanatik. Ia pernah mengatakan, Pernyataanku hanya pendapat. Jika ada orang yang menyatakan pendapat yang lebih baik daripada pendapatku maka pendapatnya lebih layak diikuti.

Imam Malik
Menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Madinah. Lahir, tumbuh, belajar, dan mengajar di Madinah. Jika ada yang mengharuskannya keluar dari tanah kelahiran maka itu ke Makkah untuk beribadah umrah dan melaksanakan kewajiban haji. Kecintaannya kepada Kota Nabi tersebut membuat ia bertahan meski harus menerima siksaan dari penguasa karena perbedaan pendapat tentang masalah fikih. Sebab itulah ia mendapat gelar Imam Dar al-Hijrah atau Imam Negeri Hijrah Nabi (Madinah).

Imam Syafii
Begitu akrab namanya di telinga kita. Tapi, sudahkah kita mengenalnya lebih dekat? Buku ini menyuguhkan riwayat hidup Imam Syafi‘i dengan narasi dan ilustrasi memikat. Sang imam berusia singkat, namun hidupnya penuh semangat ilmu dan amal, meletakkan dasar-dasar keilmuan Islam yang layak diingat.

Imam Ahmad ibn Hanbal
Teladan kegigihan mempertahankan prinsip. Ia melewati masa paling dramatis dalam hidupnya ketika harus dipenjara, disiksa, dan dihinakan karena kukuh meyakini Al-Quran adalah semata kalam Allah; tidak kurang, tidak lebih—berseberangan dengan penguasa masa itu yang memaksakan ideologi, ingin semua orang meyakini bahwa Al-Quran adalah kalam Allah, dan ia “makhluk”.

Daftar Isi Buku Biografi Empat Imam