Edisi Kamis, 1 April 2010

Apakah Diperbolehkan Suami Istri Bermesraan melalui Telpon?

Assalamu'alaikum wr. wb

Pak Aep, Alhamdulillah saya sudah membaca Tulisan bapak Serial Fiqih Munakahat IV (Mahar,Resepsi, dan Adab Malam Pengantin). Sangat bermanfaat dan informatif.

Mengenai hubungan suami-istri, saya ada pertanyaan yang masih belum menemukan jawabannya, yaitu:

Apakah diperbolehkan didalam agama Islam jika suami-istri bermesraan melalui telpon, sehingga istri atau suami mencapai orgasme/klimaks?. Hal ini dilakukan karena pekerjaan suami yang seorang pelaut, dan untuk menghindarkan zina. Mohon jawabannya untuk hal ini.
Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Wasalam,

Hamba Allah.

JAWABAN
Wa'alaikum salam wr.wb.

Terima kasih Mbak, semoga tulisan2 saya bermanfaat untuk kita semua.

Menyangkut pertanyaan mbak, apa yang dilakukan mbak, secara agama Islam tidak salah, karena mbak melakukanya dengan suami sendiri. Hanya, sebaiknya cara ini dilakukan terakhir setelah berbagai cara dilakukan terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena cara yang mbak lakukan, tidak menyelesaikan masalah secara optimal. Dikhawatirkan, dengan bermesraan seperti itu, yang terjadi adalah lebih tidak tenang, lebih banyak menghayal, ingin terus melakukannya dan lain sebagainya. Karena bagaimana pun, cara yang mbak lakukan adalah semu, dalam pengertian bukan berhubungan badan sebenarnya. Karena itu, hemat saya, hal ini tidak menyelesaikan masalah sebenarnya, yang ada, maaf, boleh jadi nafsu semakin membesar.

Terlebih cara mbak dilakukan di telpon, dan ini sangat rentan. Apabila ada yang menyadap, atau yang mempunyai niat tidak baik dan lain sebagainya. Hanya, sekali lagi, apa yang mbak lakukan itu sah saja, karena dengan suami mbak.

namun, hemat saya, sebelum cara itu dilakukan, ada beberapa hal yang perlu mbak lakukan terlebih dahulu:

1. memperbanyak berpuasa, karena dengan puasa dapat menurunkan gairah atau nafsu yang sulit dikendalikan.

2. Perbanyak shalat malam, karena ini pun membantu normalitas sperma dan hormon kita.

3. banyak berdoa kepada ALlah, semoga selalu dijaga dan dilindungi dari hal2 tidak baik.

4. Mengingat kebaikan-kebaikan suami, kesalehan suami dan lainnya, bukan mengingat hal2 fisik suami. Hal ini agar dapat lebih meredam emosi, nafsu, hormon kita.

5. Bila semua sudah dilakukan dan susah juga, masih membara, maka cara mbak silahkan dilakukan, namun kalau bisa tidak sering, satu atau dua kali saja.

Demikian mbak, semoga jaawaban saya dapat memberikan sedikit masukan untuk mbak. Terima kasih.

Wassalam




dibaca: 164 kali

Share/Save/Bookmark
  • POPULER






Selamat bergabung dengan Milis Zaman. Silakan masukan email anda.







Home | About Us | Buku Baru | Buku Laris | Segera Terbit | Katalog | Kabar Terkini | Celah Zaman | Contact

Copyright © 2008 Penerbit Zaman