|

|
Islam Dalam 55 PertanyaanJawaban Masuk Akal dan Masuk Hati atas Berbagai Persoalan Kontemporer yang Pelik
| Penulis: Muhammad Fathullah Gulen |
| Ukuran: 15 x 23 cm |
| Halaman: |
| Terbit: Segera |
|
| Mengapa wahyu pertama dimulai dengan perintah: Iqra’ (Bacalah!)? Apakah Substansi dan Esensi Allah? Mengapa kita tidak bisa melihat Allah. Allah satu tetapi ada di mana-mana. Bisakah Anda menjelaskannya? Seluruh nabi muncul di semenanjung Arab, bagaimana orang-orang di negeri lain dimintai pertanggungjawaban dalam hal akidah dan amal?
Ada orang yang Allah beri segala sesuatu, seperti mobil, rumah, harta, kedudukan, teman, dan popularitas, sementara Dia memberi orang lain kemiskinan, kesulitan, musibah, penderitaan, dan kesedihan. Apakah yang kedua orang jahat dan apakah Allah. mencintai yang pertama? Bagaimana Malaikat Izrail seorang diri mencabut nyawa sejumlah orang yang mati dalam waktu bersamaan?
Mengapa segala sesuatu bergantung pada kematian? Kelangsungan hidup hewan, misalnya, bergantung pada matinya tumbuhan dan kelangsungan hidup manusia bergantung pada matinya hewan.
Dikatakan bahwa generasi baru Alquran terus bermunculan seiring dengan perjalanan waktu. Apakah maksud pernyataan tersebut?
Berapa jumlah nabi yang datang ke dunia? Apakah mereka semua laki-laki? Mengapa? Karena Allah tidak membutuhkan ibadah kita, mengapa kita tidak beribadah kepada-Nya sesuka kita saja?
Bagaimana nasib orang yang dilahirkan di negara non-Islam pada Hari Kiamat? Allah Swt. berfirman, “Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” Bukankah dengan begitu Allah berpihak kepada sebagian hamba-Nya?
Apakah dalam Islam terdapat perbedaan mazhab dan aliran yang berbeda-beda? Apakah perbedaan semacam itu terjadi di antara para sahabat?
Bagaimana Anda menilai pesan Rasul saw. untuk memukul wanita? Sekarang ini metode penafsiran Islam dengan ilmu pengetahuan merebak. Bagaimana Anda melihat hal tersebut?
Apakah yang dimaksud dengan qalb salîm (kalbu yang selamat)?
Islam menyebar dengan cepat, dan Yahudi serta Nasrani tidak dapat mengalahkannya selama 1.300 tahun. Mengapa? Lalu, apa sebab kekalahan Islam saat ini?
Mereka berbicara tentang masa fatrah. Apakah kita hidup di masa seperti itu? Apa hukum masa fatrah?
Dengan apakah kita diuji di dunia ini? Apakah rusaknya persatuan kita ujian pula bagi kita? Apakah para sahabat diuji sebagian mereka dengan sebagian yang lain? Bagaimanakah menilai dunia dalam kondisi sekarang? Kita tidak bisa membangun keseimbangan antara dunia dan akhirat. Bagaimana para sahabat pada zaman kenabian dan sesudahnya berhasil melakukan itu?
Dapatkah Anda menjelaskan ayat: “Tidak ada paksaan dalam agama”? Alquran memerintahkan kita untuk menaati ululamri. Apakah hukum menaati pemimpin?
Ketika kita sendirian, setan melemparkan banyak syubhat dan keraguan ke dalam hati kita. Akhirnya, kehendak ini menjadi alat permainan perasaan sehingga kita merasa bahwa kesabaran kita sudah habis dalam menghadapi maksiat. Apa nasihat Anda?
Tolong jelaskan ayat: "Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sebagian rasa takut, rasa lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
Apakah motif tersembunyi di balik usaha membuat teori Darwin tetap hidup meskipun cacat dan kelemahannya telah tampak?
Apakah syafaat benar-benar ada? Siapakah yang memberikan syafaat dan sejauh mana? Allah Swt. berfirman, "Berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian." Tetapi, kita masih tidak bisa mengorbankan apa yang kita mampu. Mengapa?
Bagaimana kita bisa menjadi prajurit Allah? Dapatkah Anda menjelaskan hal ini dalam konteks keprajuritan?
|
| |
|