katalogpenuliskronikbengkel sahifahkilasan bukuguestbook
 

Kilasan Buku


Edisi 2-Mei-2011

Mengurai Dalil-Dalil Eskatologi

Sumber: Abdul Kholiq

Jibril mendatangiku dan berkata: ‘Hai Muhammad, hiduplah sesuka hatimu, sebab kau pasti mati.Cintailah orang yang kau sukai, tapi pasti kau akan berpisah dengannya. Beramallah sesukamu,sebab pasti (amalmu) akan dibalas.Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin ada pada ibadah malamnya, dan kehormatannya ada pada sikap tidak membebani orang lain.’ (HR. Thabrani, Abu Na’im dan al-Hakim)

Sepenggal hadis di atas menyiratkan makna bahwa dinamika dan gerak alam, suatu saat akan berhenti. Akan datang satu masa di mana keberadaan manusia semuanya berakhir, alam akan hancur, bintang- bintang meredup, tumbuhan mati, dan mata air mengering. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia hanya satu fase yang niscaya dilewati manusia untuk mengantarkannya memasuki alam baru, dalam suatu kehidupan baru serta dalam tatanan dan ukuran- ukuran yang baru yaitu kehidupan akhirat. Fase perjalanan kehidupan yang akan dilewati manusia setelah kehidupan dunia menuju kampung akhirat tersebut akan dimulai dengan alma’ad al-awwal (tempat kembali pertama) yaitu maut, kemudian masuk ke alam barzah, menanti peniupan sangkakala, kebangkitan dan hisab di padang mahsyar, selanjutnya ‘digiring’ menuju dua pos akhir perjalanan manusia,surga dan neraka.

Dalam Islam, kepercayaan akan fase perjalanan ini menjadi bagian dari rukun iman kelima yang keberadaannya harus diyakini setiap muslim. Betapapun persoalan ini bersifat misterius, tapi bukan berarti keterangan tentangnya tidak ada sama sekali. Allah telah membeberkan kerahasiaannya dalam berbagai ayat dalam Alquran yang mengindikasikan bahwa masa itu pasti akan terjadi. Sebagaimana yang diungkapkan Quraish Shihab dalam buku Wawasan al-Qur’an, terdapat dua hal pokok yang berkaitan dengan keimanan yang mengambil tempat tidak sedikit dalam ayat-ayat Alquran, yaitu uraian dan pembuktian tentang keesaan Allah dan tentang hari akhir/kiamat. 

Bahkan tak jarang Alquran dan hadis hanya menyebut keduanya untuk “mewakili” rukun- rukun iman lainnya. Dari rujukan utama itu, tidak sedikit ulama yang kemudian turut meramaikan konstruksi dan publikasi kebenaran akan datangnya hari kiamat melalui berbagai karya yang mereka tulis, sehingga kabar tersebut tidak lagi menjadi sesuatu asing di kalangan masyarakat awam. Ini pulalah yang dilakukan oleh Dr Umar Sulaiman al-Asyqar lewat karya bertajuk Ensiklopedia Kiamat. Dalam buku ini, Umar Sulaiman mencoba menghimpun, mengomentari dan mengupas tuntas nas-nas Alquran dan hadis yang sahih tentang maut, kiamat, dan mengenai rangkaian masalah eskatologi yang akan terjadi setelah kematian berikut beragam pendapat yang berkembang di kalangan ulama di seputar nas-nas tersebut.

Guna mendapatkan seruan dan pemahaman yang otentik atas fakta eskatologi tersebut, Profesor di Fakultas Syariah University of Jordan ini mengabaikan hadis yang sanadnya tidak sahih dan juga mengabaikan pendapat kalangan yang menolak berdalih dengan hadis sahih apabila hadis itu ahad. Melalui Alquran, Allah telah memaparkan perihal keimanan kepada hari kiamat ini dengan penjelasan yang bervariasi agar keimanan itu benar- benar terpatri dalam jiwa setiap mukmin. Dalam satu ayat,Allah menuturkannya dengan gaya berita (khabar) tanpa penegas, sementara pada ayat yang lain Allah menambahkannya dengan penjelas (tauhid). 

Bahkan tidak jarang Allah juga bersumpah dengan diri-Nya sendiri dan dengan makhluk-makhluk yang diciptakan- Nya bahwa kiamat pasti akan datang.(hlm.112) Begitulah.Alquran sebagai kitab Allah yang terpelihara dan tidak berubah telah mengupas secara panjang lebar perihal kebenaran hari kiamat ini.Di samping itu,secara pasti Allah juga telah memerintahkan kepada setiap nabi yang diutus-Nya untuk memberitahukan kepada umat mereka akan kepastian hari kiamat. Mereka diutus dengan membawa kabar gembira tentang surga, dan memberi peringatan akan siksa neraka.

Dengan uraian yang lugas namun tetap cerdas dalam menjadikan dalil-dalil yang mengemuka menjadi kenyal, nalar dan tak terbantahkan, ensiklopedia yang merupakan himpunan dari tiga buku penulis– Kiamat Kecil dan Tandatanda Kiamat Besar; Kiamat Besar; serta Surga dan Neraka— ini, mengajak pembaca untuk mengurai dalil-dalil tentang “wacana” eskatologi dengan mengenakan kembali kacamata Alquran dan hadis dalam menyikapi dan mengimani keberadaan alam akhirat.


Bagaimanapun, keimanan akan adanya kebangkitan dan keabadian setelah kebangkitan itu adalah hal yang sangat penting dalam meluruskan perjalanan manusia.(*)@Seputar Indonesia, 3 April 2011

Abdul Kholiq, Dewan Penasihat Jam’iyyah al-Qurra’ wal Huffadz (JQH) Al-Mizan Yogyakarta


view: 1224

Share/Save/Bookmark

Kilasan Buku Lainnya











Home | About Us | Buku Baru | Buku Laris | Segera Terbit | Katalog | Kabar Terkini | Celah Zaman | Contact | RSS

Copyright © 2009 - 2014 Penerbit Zaman. All Rights Reserved
Redaksi: Jl. Kemang Timur Raya No. 16. Jakarta 12730. Indonesia
Telp: +6221-7199621 (hunting) Fax +6221-7199623, Email: info@penerbitzaman.com