BUKU INDUK KISAH-KISAH AL-QURAN

Penulis: M. Ahmad Jadul Mawla dan M. Abu al-Fadhl Ibrahim
ISBN:978-979-024-146-6
Ukuran: 15 x 23 cm
Halaman: 686 hal /HC HVS
Terbit: Agustus 2009
(4 penilai)

Harga HC: Rp. 111.000,00
Diskon: 20%
Harga HC: Rp. 88.800,00
 


Dari Habil dan Qabil Hingga Thalut dan Jalut
Dari Ratu Bilqis Hingga Ibunda Maryam
Dari Siti Hawa Hingga Siti Khadijah
Dari Nabi Adam Hingga Nabi Muhammad

Sesungguhnya pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal. (Yûsuf [12]: 111)

Manusia adalah makhluk yang suka bercerita dan membangun hidupnya berdasarkan cerita yang dipercayainya. Kita menerima cerita dan menyampaikan cerita. Tanpa cerita, hidup kita carut-marut. Dengan cerita, kita menyusun dan menghimpun pernik-pernik hidup kita yang berserakan. Tapi, tak sembarang cerita, bukan?

Allah berfirman, Kami akan menceritakan kepadamu kisah terbaik dengan mewahyukan Al-Quran ini kepadamu (Yusuf [12] : 3). Buku ini mempersembahkan edisi terlengkap kisah-kisah dalam Al-Quran dengan gaya tutur menawan. Selain nilai dan tujuan yang dikandungnya teramat mulia, kisah-kisah itu meliputi berbagai tema yang sangat berguna bagi pendidikan dan pelatihan jiwa. Keelokan dan ketinggian nilai kisah itu terbukti mampu mengubah akhlak, mempercantik perilaku, dan menyebarkan cahaya kebijaksanaan.

Entah berapa novel telah Anda baca, kini luangkan waktu untuk menyimak buku yang telah dinikmati mereka yang ingin hidup lebih bermutu—muslim dan nonmuslim di berbagai belahan dunia. Setelah diterjemahkan ke berbagai bahasa,  kini Anda bisa menimatinya dalam bahasa Indonesia.


Pujian:

Sekitar 80 persen Al-Quran adalah kisah. Pertama, karena kisah paling disenangi orang, paling memesona, dan paling mudah diterima, maka salah satu metode penyampaian pesan yang paling mengena adalah dengan kisah. Kedua, lewat kisah kita belajar pada pengalaman.
Prof. Dr. Roem Rowi, M.A., guru besar ilmu Al-Quran

Kisah Qurani mengandung berbagai  penalaran dan  pergulatan antara kebenaran dan kebejatan, kesedihan dan kegembiraan, tantangan dan kemantapan pribadi, kesabaran dan kemarahan, keluhuran dan keberahian, kegentingan dan kemudahan.
Sayyid Qutub

Kisah Qurani selalu memberi makna imajinatif, kesejukan, kehalusan budi, bahkan renungan dan pemikiran, kesadaran dan ‘ibrah (pengajaran).
Dr. Mahmud Zahron


Luar Biasa Sangat Bagus Bagus Biasa Jelek


Share/Save/Bookmark
 









Home | About Us | Buku Baru | Buku Laris | Segera Terbit | Katalog | Kabar Terkini | Celah Zaman | Contact

Copyright © 2008 Penerbit Zaman