katalogpenuliskronikbengkel sahifahkilasan bukuguestbook
 

Celah Zaman


Edisi 24 Agustus 2010

TADARUS KISAH (8): Keluar dari Lingkaran Ruang

Sumber: Penebit Zaman

Seorang pemimpin agama memimpin study tour murid-muridnya ke penggilingan gula merah di sebuah desa. Di situ mereka diterima dengan akrab sekali oleh petani pemiliknya. Mereka disuguhi hidangan ketela pohon yang dibenam di dalam kawah perebus gula.

Ketika mereka sedang asyik menikmati hidangan tersebut, guru memanggil mereka untuk memperhatikan sepasang kerbau menarik kayu pemutar gilingan. Mereka menduga akan ditanya tentang jarak perjalanan kerbau selama sekian jam memutari selinder penggilingan tersebut. Ternyata guru mereka berbicara tentang yang lain. Kata guru: "Seperti kerbau itulah nasibmu. Bila kamu tidak mampu keluar dari lingkaran ruang yang sangat kamu cintai. Ia merasa sudah jauh menempuh jarak, kenyataanya ia masih tinggal di tempat itu juga." (zuhri: 1992).

Sahabat Zaman, kita bagian dari makhluk kosmos, makhluk yang senantiasa berputar-putar. Dari hari ke hari, kita tak hanya kerap memasuki pintu yang sama, melewati jalan sama, menempati ruang yang sama, tapi juga sebenarnya kita hanya melakukan aktivitas yang berulang-ulang (berputar-putar, kosmos). Aktivitas kehidupan fisik kita hanya senantiasa berputar-putar antara tidur dan bangun, bekerja dan istirahat, pergi dan pulang, berak dan makan, dan seterusnya. Kita tidak bosan-bosan melakukan aktivitas-aktivitas itu.

Lantas gimana, dong? Konon, selain makhluk kosmos, kita juga makhluk sejarah, makhluk yang meski terus berputar dalam lingkaran ruang tapi terus meningkatkan makna kehadirannya—ia seperti mendaki tangga spiral yang terus naik dan meluas. Kian bertambah ilmunya, pengalamannya, kearifannya, penghasilannya, kualitas spiritualnya, dan medan pengabdiannya.

Cukuplah kita simak pesan Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam-nya: Janganlah engkau pergi dari alam ke alam. Sehingga, engkau menjadi seperti keledai penggilingan; tempat yang ia tuju adalah tempat ia beranjak. Akan tetapi, pergilah dari alam-alam menuju Sang Pencipta alam. “Dan kepada Tuhanmulah kesudahan segala sesuatu” (Q 53: 42). Perhatikan pula sabda Rasulullah saw., “Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan barang siapa berhijrah karena dunia yang ingin diraihnya, atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dia inginkan. (H.R. al-Bukhârî). Pahamilah sabda Rasulullah ini dan renungkanlah jika engkau mempunyai pemahaman. Selamat menikmati puasa.[Q]

view: 833

Share/Save/Bookmark

  • Celah Zaman Lainnya












Home | About Us | Buku Baru | Buku Laris | Segera Terbit | Katalog | Kabar Terkini | Celah Zaman | Contact | RSS

Copyright © 2009 - 2014 Penerbit Zaman. All Rights Reserved
Redaksi: Jl. Kemang Timur Raya No. 16. Jakarta 12730. Indonesia
Telp: +6221-7199621 (hunting) Fax +6221-7199623, Email: info@penerbitzaman.com