Celah Zaman
Edisi 11 February 2010

Meraih Kebahagiaan Sejati

Sumber: M. Iqbal Dawami

Judul: Jangan Tunda Untuk Bahagia
Penulis: Azim Jamal
Penerjemah: Desi Sari Puspita dan Dedi Slamet Riyadi
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, 2009
Tebal: 321 halaman

SETIAP orang ingin hidup bahagia. Meraih kebahagiaan dalam hidup pastilah menjadi impian kita. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mencapai hidup bahagia? Tidak ada resep tertentu yang paling ampuh. Banyak cara bisa dilakukan dan banyak jalan bisa ditempuh. Namun yang pasti kebahagiaan memerlukan usaha. Inilah bedanya dengan kesenangan. Kesenangan tidak membutuhkan usaha “berdarah-darah”, alias gampang diraih. Sedang kebahagiaan perlu diraih dengan jalan yang terjal, penuh cobaan dan tantangan.

Azim Jamal, seorang inspirator profesional yang sering mengisi pelatihan-pelatihan di Amerika dan Eropa, mengisahkan perihal kebahagiaan tersebut. Pada masa menjadi mahasiswa, Jamal, masih tergolong miskin. Agar bisa bertahan hidup, dia harus hemat. Bertahun-tahun lamanya dia harus tinggal bersama lima atau lebih mahasiswa dalam satu apartemen yang sempit dan pengap. Setiap hari, makanan pokoknya hanyalah sereal. Selain murah dan sehat, juga mudah disajikan. Pada musim panas, sepanjang hari dia bekerja memotong ayam di pabrik unggas dan malam harinya mencuci pakaian orang lain di londri. Dia pun rela tidak sejalan dengan kebiasaan khalayak mahasiswa Eropa yang dekat dengan dunia “dugem” dan hedonisme.

Dua puluh tahun kemudian, keadaannya telah jauh berbeda. Kehidupan ekonominya benar-benar mapan dan stabil. Diapun bahagia dengan keluarganya. Berdasarkan pengalamannya tersebut dia kemudian memformulasikan “rumusan” kebahagiaannya.

Jamal mengatakan bahwa buku ini lahir dari pertanyaan dan perenungan panjang selama bertahun-tahun untuk menemukan kebahagiaan yang abadi. Dia percaya kebahagiaan abadi tumbuh bila kita betul-betul menghargai dan memaknai setiap momen, hidup jujur dan ramah, berupaya mencapai puncak potensi kita, dan membuat perbedaan dalam hidup. Kebahagiaan tidak ada kaitannya dengan seberapa banyak harta yang kita miliki. Kebahagiaan berada di dalam diri, bukan di luar.

Jika pembaca yang tidak tahu latar belakang Jamal sebagaimana yang telah saya kisahkan pada waktu menjadi mahasiswa boleh jadi akan mencibir dan berkata, “Ah, pantas saja dia bahagia, karena dia kaya. Mau apa saja bisa diraihnya.Bla…bla…bla…” Tapi, kita sudah tahu bagaimana keadaan dia pada saat menjadi mahasiswa yang sarat kerja keras dan hidup prihatin.

Nah, berdasarkan pengalamannya, Jamal memberikan rumusan tujuh langkah utama meraih kebahagiaan, yaitu: mengenali diri sendiri, menjaga perilaku positif, mengasah keterampilan, membangun hubungan yang sehat, menjadikan etika dan nilai sebagai panduan hidup, membangkitkan spiritualitas, dan menikmati hidup.

Dalam langkah “mengenali diri sendiri,” ada salah satu cara yang sangat membantu untuk memahami diri kita sendiri adalah dengan menulis catatan harian. Cara ini sangat berguna untuk memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup kita. Dengan catatan harian kita bisa menilai dengan lebih baik semua niat, reaksi, kelemahan, dan kekuatan yang kita miliki. Catatan harian bagaikan rekaman video yang terus menerus merekam semua perilaku dan aktivitas kita.

Catatan harian akan membuka mata kita setiap saat untuk mengamati dan memperlihatkan segala sesuatu yang telah kita lakukan. Kadang-kadang kita melakukan sesuatu tindakan yang kita larang dilakukan orang lain. Rekaman seperti itulah yang kita butuhkan untuk mengevaluasi setiap langkah yang kita ambil. Rekaman itu akan membantu kita untuk tetap terjaga dan memungkinkan kita untuk secara bertahap mengurangi dan menghilangkan kelemahan-kelemahan yang kita miliki.

Sedang pada langkah “menjaga perilaku positif” dijelaskan bahwa hal lain yang mempermudah kita meraih hidup bahagia adalah kemampuan mengelola emosi di dalam diri kita, termasuk emosi negatif dan dorongan negatif. Marah, misalnya, termasuk salah satu emosi yang kita miliki, yang sampai batas tertentu adalah positif. Tetapi bila dilepaskan di sembarang tempat dan waktu, tentu akan berakibat negatif buat diri kita. Di sinilah pentingnya kemampuan mengelola emosi.

“Menjaga perilaku positif “ juga bisa dengan jalan bersyukur. Kadang kita lupa, bahwa keadaan kita saat ini “apapun itu” adalah anugerah terindah yang di berikan Tuhan kepada kita. kita mungkin khilaf, dengan menganggap bahwa keadaan kita saat ini karena kebencian Tuhan kepada kita. Padahal, untuk merasakan anugerah itu, kita hanya perlu bersyukur.

Jamal memberi aba-aba, dari ketujuh langkah itu tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita mesti menerapkan dan mengembangkannya secara bertahap. Semua ini bukanlah sesuatu yang bisa dikerjakan semalam, melainkan proses terus-menerus.

Buku ini dilengkapi contoh-contoh konkrit baik dari pengalaman keluarga Jamal sendiri (yang dia bahasakan dengan keluarga “biasa”) maupun orang lain. Jamal pun menyadari bahwa contoh-contoh itu belum tentu senada dengan kehidupan para pembaca. Oleh karena itu bukan resep yang baku yang harus diikuti secara “saklek.”

Pada dasarnya setiap orang memiliki rumusan bahagia masing-masing. Bahagia untuk satu orang belum berarti bahagia untuk orang lain. Dan sebaliknya. Tapi boleh jadi rumusan bahagia menurut versi anda berguna bagi orang lain, seperti halnya rumusan yang diberikan Azim Jamal ini.

Di dunia ini, tak ada dua orang yang benar-benar serupa atau memiliki pengalaman dan perjalanan yang sama. Membuka pikiran kita untuk menerima dan memahami perbedaan yang dimiliki setiap orang adalah tindakan bijak. Dengan cara itu, kita akan terus mengasah diri, berkaca, dan belajar dari orang lain. Jika kita telah terbiasa bersikap peduli dan berbagi, niscaya kita akan meraih kebahagiaan dan tujuan utama hidup kita. Selamat membaca dan mempraktikannya. []

--------------------------------
M. Iqbal Dawami Penikmat teh dan gogodoh



view: 129

Share/Save/Bookmark
  • Celah Zaman Lainnya






Selamat bergabung dengan Milis Zaman. Silakan masukan email anda.







Home | About Us | Buku Baru | Buku Laris | Segera Terbit | Katalog | Kabar Terkini | Celah Zaman | Contact

Copyright © 2008 Penerbit Zaman