Celah Zaman
Edisi 9 February 2010
Kuasai Pikiran Anda
Sumber: Dr. Ibrahim Elfiky
"Sumber semua perilaku kita adalah pikiran yang membuat kita maju atau terpuruk, yang membuat kita bahagia atau sengsara." - Plato
Pada hakikatnya, Anda, saya, dan semua orang di muka bumi dapat sampai pada hari ini karena proses dari pikiran kemarin. Kita akan sampai pada pikiran esok hari karena pikiran hari ini. Seorang guru berkata kepada saya, "Ibrahim, jika kamu ingin sukses, pelajarilah kesuksesan dan berpikirlah seperti orang-orang yang sukses. Jika kamu ingin hidup bahagia, pelajarilah kebahagiaan dan berpikirlah seperti orang-orang yang bahagia. Ingatlah bahwa pikiran Anda adalah ciptaan Anda sendiri. Sebelum Anda berpikir, luruskanlah. Jika pikiran itu berguna maka tanamkan dan kembangkanlah menjadi perbuatan nyata. Kemudian Anda harus konsisten dan fleksibel."
Dari perjalanan saya keliling dunia dan memberikan pelatihan kepada seratus ribu orang lebih setiap tahun, saya bertambah yakin bahwa hasil yang diraih oleh seseorang adalah karena pikirannya yang selalu ia ikat dengan perasaan hingga menyatu menjadi keyakinan dan kebiasaan. Ringkasnya, pikiran menentukan kegagalan atau kesuksesan dan kebahagiaan atau kesengsaraan. Dalam dunia olah raga, seorang pemain tenis terkenal, Andre Agassi, yang namanya pernah tercatat sebagai 10 pemain terbaik dunia, bisa dikalahkan oleh petenis baru yang tak berpengalaman. Beberapa orang menasihatinya untuk pensiun karena usianya sudah 30 tahun lebih. Dia akan sulit mengalahkan petenis muda yang masih kuat, rajin, dan penuh obsesi. Seorang sahabatnya menasihatinya untuk tetap menjaga reputasi dengan meninggalkan kenangan manis pada para penggemar karena sudah saatnya gantung raket. Andre merasa terpukul dengan nasihat itu, dan hatinya berkata, “Jangan dengarkan mereka karena mereka bicara berdasarkan pandangan mereka. Coba sekali lagi, tapi ubah metode dan cara berpikir Anda.”
Andre memulai sesuatu yang baru dan beberapa lama menjauh dari khalayak agar dapat berpikir tenang dan merencanakan masa depannya. Seiring waktu, Andre memutuskan untuk ikut sejumlah turnamen. Hingga suatu hari, ahli pengembangan kejiwaan dan pengamat olah raga memastikan bahwa kekalahannya yang sering terulang adalah karena pikiran dan rasa percaya dirinya. Pikirannya selalu negatif karena pengaruh usia. Ia sering berpikir bahwa karena usianya itu tidak dapat meraih kemenangan lagi. Keyakinan negatifnya ini sangat berpengaruh pada perasaan dan sikapnya. Ketika turnamen dimulai, dia berkeyakinan bahwa dirinya tidak akan menang. Maka, hasilnya sesuai dengan pikiran dan keyakinannya.
Dia memulai melakukan latihan. Diawali dengan latihan batin dengan sesuatu yang disebut “imajimasi kreatif.” Dia latihan dalam waktu lama hingga dapat mengubah keyakinan akan kemenangan dan pikirannya pun menjadi positif. Dengan latihan jiwa, fisik, dan teknik dia masuk dalam jajaran 10 pemain terbaik dunia. Dia menjadi dihormati dan menjadi perbincangan banyak orang karena mampu menang atas dirinya sendiri.
Awasi pikiran Anda karena ia membentuk masa depan Anda. Singkirkan pikiran negatif. Kerahkan pikiran, berusahalah untuk mampu karena pikiran tidak beku dan potensi Anda pasti tersalurkan.
view: 204
| | |
 Selamat bergabung dengan Milis Zaman. Silakan masukan email anda.
|
|