Celah Zaman

TADARUS KISAH (9): Membohongi Allah
Suatu ketika Syufai al-Asbahi datang ke Madinah. Di sana ia melihat seorang lelaki sedang dikerumuni orang banyak. Ia lantas bertanya, "Siapa orang itu?" Orang-orang menjawab, "Abu Hurairah." Selengkapnya


TADARUS KISAH (8): Keluar dari Lingkaran Ruang
Seorang pemimpin agama memimpin study tour murid-muridnya ke penggilingan gula merah di sebuah desa. Di situ mereka diterima dengan akrab sekali oleh petani pemiliknya. Mereka disuguhi hidangan ketela pohon yang dibenam di dalam kawah perebus gula. Selengkapnya


TADARUS KISAH (7): Hidupkan Lampu Rumahmu!
Suatu malam Nashruddin tampak sedang mencari sesuatu di bawah lampu jalan di luar rumahnya. Tiba-tiba datang sahabatnya yang kemudian bertanya," Apa yang sedang kamu cari, Nashruddin?" "Aku mencari kunciku yang hilang," jawab Nashruddin. Sahabatnya pun ikut membantu mencarikan kunci tersebut.
Selengkapnya


TADARUS KISAH (6): Pencuri yang Tercuri
Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi‘in. Ia orang miskin. Sangat miskin. Tidak ada barang berharga di rumahnya. Jelas, jika ada pencuri memasuki rumahnya, itu adalah keputusan yang sangat salah. Seperti pencuri yang satu ini. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytâqqîn ilâ al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab ... Selengkapnya


TADARUS KISAH (5): Renungan Sebelum Pulang Kampung
Suatu hari, seorang lelaki sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya. Ia berjalan dengan menuntun seekor domba di belakangnya.

Seorang pencuri melihat hal ini. Ia mengendap-endap dan memutuskan tali kekangnya dan mengambil domba itu. Setelah beberapa saat, sang empunya domba menyadari bahwa miliknya telah hilang. Ia berlari ke sana-kemari mencari dombanya dengan panik. Selengkapnya


TADARUS KISAH (4): Pada mulanya adalah prasangka
Pada mulanya adalah prasangka. Alkisah, seorang musafir sedang kehausan.Dari sela-sela bebatuan sebuah bukit, ia melihat air menetes. Ia mencoba menjulurkan tangannya untuk menampung air itu. Tiba-tiba elang menyambar tangannya. Berkali-kali ia mencoba mengulurkan tangannya, berkali-kali pula elang itu menyambarnya. Selengkapnya


TADARUS KISAH (3) On Being Human Being
Alkisah, seorang kampung berkata pada anak lelakinya, “Engkau tidak mampu menjadi manusia.” Anak tersebut marah dan pergi ke kota, melanjutkan studi, bekerja keras mencari harta, dan jabatan. Akhirnya ia menjadi orang berpunya dan orang penting. Kariernya terus menanjak dan puncaknya menjadi Perdana Menteri.
Selengkapnya


TADARUS KISAH (2) Komunikasi Melampaui Kata-Kata
Seorang pedagang menangkap seekor burung, kemudian menyimpannya di dalam sebuah sangkar. Ketika pada suatu hari pedagang itu hendak pergi ke India, negeri asal burungnya, ia bertanya kepada burung itu tentang apa yang ia inginkan sebagai oleh-oleh dari negerinya. Burung itu meminta agar dibolehkan terbang bebas, namun si pedagang menolak keinginannya. Maka, burung itu meminta agar si pedagang mengunjungi hutan di India dan mengumumkan tentang keadaan dirinya yang terkurung dalam sangkar kepada burung-burung liar di hutan itu. Si pedagang menyanggupinya. Selengkapnya


TADARUS KISAH (1) : memandang kata dengan sebelah mata.
Tempo dulu, seorang penebang pohon bersahabat karib dengan seekor singa. Setiap siang hari, si penebang pohon makan siang dan duduk-duduk di pinggir hutan di tepi sebuah selokan. Saat itulah seekor singa yang menjadi temannya keluar dari hutan dan berbaring di sampingnya untuk berbincang dari hati ke hati. Suatu ketika, si penebang pohon berkata kepada singa itu, “Sahabatku, tolong kamu agak menjauh. Mulutmu bau sekali sampai aku mau muntah dan tak bisa menelan makanan ini.”
Sang raja hutan sangat marah, bangkit, dan dengan ganas menyerang penebang pohon yang kurang ajar itu sehingga dia hampir mati. Anehnya, si penebang pohon dengan luka-luka di sekujur tubuhnya masih bisa pulang ke kampungnya. Selengkapnya


Tujuh Prinsip Berpikir Positif
1.  Masalah dan Kesengsaraan Hanya Ada dalam Persepsi

Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda (DR. Ibrahim Elfiky) Selengkapnya


Selaksa Hikmah di Balik Peristiwa Isra' Mi'raj
Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS. Al-Isra' ayat 1) Selengkapnya


Mengintip Ibadah Rasulullah
Ada dua orang muazin yang bergantian mengumandangkan azan pada masa Rasulullah, yaitu Bilal dan Ibn Maktum, yang tuna-netra.

Rasulullah mengatakan bahwa salah satu hal yang paling disukainya di dunia ini adalah shalat. Ia jadikan shalat sebagai sarana untuk bermunajat dengan Tuhannya. Rasulullah meminta umatnya agar mendirikan shalat sebagaimana mereka melihatnya shalat. Siapa pun tidak mungkin bisa mendirikan shalat seperti shalatnya Rasulullah. Orang yang paling disukai oleh Rasulullah adalah yang istikamah dalam ibadahnya. Ketika menjadi imam, Rasulullah akan memendekkan bacaan dan meringankan shalatnya, tetapi ketika shalat sendiri, ia akan memanjangkannya. Rasulullah suka shalat berlama-lama sepanjang malam hingga kedua kakinya bengkak-bengkak.
Selengkapnya

1 2 3 4 »

  • Celah Zaman Lainnya






Selamat bergabung dengan Milis Zaman. Silakan masukan email anda.






Home | About Us | Buku Baru | Buku Laris | Segera Terbit | Katalog | Kabar Terkini | Celah Zaman | Contact

Copyright © 2008 Penerbit Zaman