Celah Zaman
  • Refleksi Maulid (5) Mencintai dengan Bershalawat

    Beberapa tahun silam, almarhum K.H. Ali Maksum—pengasuh Pesantren Krapyak, Jogja—bercerita. Dulu di tanah Jawa ada seorang pemuda mendapat surat dari kekasihnya. Sebelum surat itu dibuka, perangkonya dilepas, lalu ia telan. Ia pun segera membalas surat itu dan menyatakan bahwa perangkonya telah ia telan. Ia menelannya karena yakin bahwa waktu menempelkan perangko itu pasti memakai ludah kekasihnya. Jadi, hitung-hitung menelan ludah kekasihnya walaupun sudah kering.

  • Refleksi Maulid (4) Mencintai dengan Meneladani

    Alkisah, di negeri Arab ada seorang janda miskin yang mempunyai anak. Karena anaknya menangis kelaparan, janda itu terpaksa harus meninggalkan rumah untuk berkelana mencari uang. Di depan sebuah masjid, ia bertemu seorang muslim dan meminta bantuannya. “Anakku yatim dan kelaparan, aku minta pertolonganmu,” kata janda itu mengiba. “Mana buktinya?” tanya lelaki muslim itu. Janda itu tidak dapat membuktikan karena ia sendiri orang asing di tempat itu.

  • Meraih Kebahagiaan Sejati

    SETIAP orang ingin hidup bahagia. Meraih kebahagiaan dalam hidup pastilah menjadi impian kita. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mencapai hidup bahagia? Tidak ada resep tertentu yang paling ampuh. Banyak cara bisa dilakukan dan banyak jalan bisa ditempuh. Namun yang pasti kebahagiaan memerlukan usaha. Inilah bedanya dengan kesenangan. Kesenangan tidak membutuhkan usaha “berdarah-darah”, alias gampang diraih. Sedang kebahagiaan perlu diraih dengan jalan yang terjal, penuh cobaan dan tantangan.

  • Kuasai Pikiran Anda

    Pada hakikatnya, Anda, saya, dan semua orang di muka bumi dapat sampai pada hari ini karena proses dari pikiran kemarin. Kita akan sampai pada pikiran esok hari karena pikiran hari ini. Seorang guru berkata kepada saya, "Ibrahim, jika kamu ingin sukses, pelajarilah kesuksesan dan berpikirlah seperti orang-orang yang sukses. Jika kamu ingin hidup bahagia, pelajarilah kebahagiaan dan berpikirlah seperti orang-orang yang bahagia. Ingatlah bahwa pikiran Anda adalah ciptaan Anda sendiri. Sebelum Anda berpikir, luruskanlah. Jika pikiran itu berguna maka tanamkan dan kembangkanlah menjadi perbuatan nyata. Kemudian Anda harus konsisten dan fleksibel."

  • Raja Najasy: kisah hijrah kedua

    Nizar Abazah adalah seorang sastrawan Damaskus kelahiran 1946. Ia meraih gelar doktor dalam bidang sastra Arab kontemporer dan mendapatkan gelar profesor dalam bidang sejarah Nabi dari Ma‘had al-Fath al-Islami Damaskus. Telah menulis lebih dari empat puluh karya, sebagian di antaranya tentang sejarah Nabi. Salah satu karyanya berjudul Fi Bayt al-Rasul telah diindonesiakan oleh Penerbit Zaman menjadi Bilik-Bilik Cinta Muhammad, Kisah Sehari-Hari Rumah Tangga Nabi.

  • Jangan Jangan

    Di antara nikmat Allah yang besar ialah Dia telah menempatkan kita pada suatu negeri dengan kekayaan yang berlimpah. Begitu indahnya negeri ini sehingga bangsa lain menyebut pulau-pulau di Indonesia sebagai “untaian zamrud di Khatulistiwa”. Kemudian, selama puluhan tahun, dengan izin Allah kita hidup makmur. Begitu makmurnya sehingga bangsa lain melihat negeri kita sebagai salah satu “macan Asia yang sedang bangkit.” Kita dicukupi dalam sandang, pangan, dan papan.

  • Allah punya banyak apartemen!

    Saudaraku yang tercinta….
    Kuhadiahkan sebuah kisah yang diceritakan oleh Syekh Muhammad Salim dan ia bersumpah bahwa cerita ini benar-benar nyata terjadi. Ia berkata: ”Pada suatu hari ada seorang laki-laki mendatanginya setelah terjadi gempa bumi di Mesir pada tahun 1999. Laki-laki itu berkata padanya, "Pak! Rumahku hancur akibat gempa bumi ini dan sekarang aku dan keluargaku tidak tahu mau tinggal di mana, aku berharap engkau membantuku dengan memberikan kami apartemen sederhana untuk kami tempati."

  • Hidup Sehat dengan Berzakat

    Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang membaca al-Qur’an di mesjid al-Azhar, tiba-tiba datang seorang laki-laki Mesir setengah tua menghampiri. Setelah ngobrol sebentar, laki-laki tua itu mengeluarkan uang sebesar seratus pound dari sakunya dan memberikannya kepada saya. Sebelum saya berkata dan menanyakan uang tersebut, laki-laki itu bertutur-yang dalam bahasa kita kurang lebih berarti: “Dek, tolong ambil uang ini untuk kesembuhan ibu saya yang sedang sakit”. Setelah berkata demikian, laki-laki tua itu segera pergi entah kemana.

  • Menghidupkan Malam Ramadhan

    Shalat Tarawih

    Sejak Nabi hingga kini umat Islam menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat tarawih. Tarawih berasal dari bahasa Arab berarti waktu sesaat untuk istirahat.  Dinamakan demikian, karena para jamaah shalat tarawih beristirahat setiap kali usai empat rakaat. Selain itu, tarawih berarti juga kita beristirahat dari segala aktivitas selain menghadap Allah, mereguk energi ilaihiah, dan bersujud di haribaan-Nya.

    Shalat tarawih hukumnya sunnah. Rasulullah Saw. bersabda:

    “Siapa saja yang mendirikan shalat di malam Ramadhan penuh dengan ...