Celah Zaman
  • Lalu Lahirlah Ilmu

    Saya pandangi dengan bangga. Rak-rak itu telah tersusun sempurna, dan buku-buku baru saja tertata. Di sisi kanan adalah buku-buku berbahasa Arab, kebanyakan literatur ilmu keislaman pokok berisi teori-teori rumit. Di antara berjilid-jilid literatur itu, satu mushaf-Al-Quran kecil nyempil. Sebentar saya termenung, kemudian segera teringat kisah Umar ibn Khathab ...

  • TADARUS KISAH (7): Hidupkan Lampu Rumahmu!

    Suatu malam Nashruddin tampak sedang mencari sesuatu di bawah lampu jalan di luar rumahnya. Tiba-tiba datang sahabatnya yang kemudian bertanya," Apa yang sedang kamu cari, Nashruddin?" "Aku mencari kunciku yang hilang," jawab Nashruddin. Sahabatnya pun ikut membantu mencarikan kunci tersebut.

  • TADARUS KISAH (6): Pencuri yang Tercuri

    Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi‘in. Ia orang miskin. Sangat miskin. Tidak ada barang berharga di rumahnya. Jelas, jika ada pencuri memasuki rumahnya, itu adalah keputusan yang sangat salah. Seperti pencuri yang satu ini. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytâqqîn ilâ al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab ...

  • TADARUS KISAH (5): Renungan Sebelum Pulang Kampung

    Suatu hari, seorang lelaki sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya. Ia berjalan dengan menuntun seekor domba di belakangnya.

    Seorang pencuri melihat hal ini. Ia mengendap-endap dan memutuskan tali kekangnya dan mengambil domba itu. Setelah beberapa saat, sang empunya domba menyadari bahwa miliknya telah hilang. Ia berlari ke sana-kemari mencari dombanya dengan panik.

  • TADARUS KISAH (4): Pada mulanya adalah prasangka

    Pada mulanya adalah prasangka. Alkisah, seorang musafir sedang kehausan.Dari sela-sela bebatuan sebuah bukit, ia melihat air menetes. Ia mencoba menjulurkan tangannya untuk menampung air itu. Tiba-tiba elang menyambar tangannya. Berkali-kali ia mencoba mengulurkan tangannya, berkali-kali pula elang itu menyambarnya.

  • TADARUS KISAH (3) On Being Human Being

    Alkisah, seorang kampung berkata pada anak lelakinya, “Engkau tidak mampu menjadi manusia.” Anak tersebut marah dan pergi ke kota, melanjutkan studi, bekerja keras mencari harta, dan jabatan. Akhirnya ia menjadi orang berpunya dan orang penting. Kariernya terus menanjak dan puncaknya menjadi Perdana Menteri.

  • TADARUS KISAH (2) Komunikasi Melampaui Kata Kata

    Seorang pedagang menangkap seekor burung, kemudian menyimpannya di dalam sebuah sangkar. Ketika pada suatu hari pedagang itu hendak pergi ke India, negeri asal burungnya, ia bertanya kepada burung itu tentang apa yang ia inginkan sebagai oleh-oleh dari negerinya. Burung itu meminta agar dibolehkan terbang bebas, namun si pedagang menolak keinginannya. Maka, burung itu meminta agar si pedagang mengunjungi hutan di India dan mengumumkan tentang keadaan dirinya yang terkurung dalam sangkar kepada burung-burung liar di hutan itu. Si pedagang menyanggupinya.

  • TADARUS KISAH (1) : memandang kata dengan sebelah mata.

    Tempo dulu, seorang penebang pohon bersahabat karib dengan seekor singa. Setiap siang hari, si penebang pohon makan siang dan duduk-duduk di pinggir hutan di tepi sebuah selokan. Saat itulah seekor singa yang menjadi temannya keluar dari hutan dan berbaring di sampingnya untuk berbincang dari hati ke hati. Suatu ketika, si penebang pohon berkata kepada singa itu, “Sahabatku, tolong kamu agak menjauh. Mulutmu bau sekali sampai aku mau muntah dan tak bisa menelan makanan ini.”
    Sang raja hutan sangat marah, bangkit, dan dengan ganas menyerang penebang pohon yang kurang ajar itu sehingga dia hampir mati. Anehnya, si penebang pohon dengan luka-luka di sekujur tu...