Celah Zaman
  • Imam Syafi‘i Bertamu ke Rumah Imam Ahmad

    Suatu hari, Imam Syafi‘i bertamu dan menginap di rumah Imam Ahmad. Pagi harinya, putri Imam Ahmad menemui ayahnya dan bertanya, “Ayah, diakah orang yang sering kauceritakan kepadaku itu?” Imam Ahmad memang sering bercerita kepadanya bahwa Imam Syafi‘i orang yang mengagumkan. Dia berilmu, cerdas, dan saleh.

  • Iblis Ingin Bertobat

    Jika manusia mengalami ketidaktetapan iman: saat suatu ketika ia merasa begitu dekat dengan Tuhan dan pada saat yang lain secara tak sadar ia mengabaikan-Nya, maka iblis pernah lelah dengan pembangkangannya kepada Tuhan. Ia merasa perlu menyudahi permusuhan dengan-Nya. Ia ingin bertobat.

  • Istafti Qalbak!

    1993. Kami bertujuh waktu itu. Rombongan pengurus OSIS MAN 1 Jember untuk bertakziah ke rumah teman satu sekolah di desa tetangga. Begitu ada angkot kosong, kami langsung berangkat. Tak perlu ngetem lagi. Saat melaju dalam kecepatan rada tinggi, kami heboh.  Ada angin khas yang diam-diam menyinggung hidung kami.  Kentut. Kami saling tuding dan berspekulasi tentang dari pantat siapa angin itu berasal. Tak ada yang ngaku.

  • Aisyah yang Terfitnah

    Rasul menjengukku dengan sikap yang tak biasa. Paras tampannya bak digelayuti mendung. Hampir tanpa ekspresi. Sikapnya yang lembut dan penuh kasih sayang tak tampak sama sekali. Ia datang dan hanya menanyakan kondisiku. Hanya itu. Sekadar duduk pun tidak. Lantas langsung berlalu dengan awan mendung masih menggelayut di wajahnya. Aku tak punya prasangka buruk soal itu. Namun, tetap membuatku bertanya-tanya.

  • Bila Orangtua Mendurhakai Anak

    Seseorang datang kepada ‘Umar ibn Khatab mengadukan kedurhakaan anaknya.

    “Apa yang dilakukan anakmu terhadapmu?” tanya ‘Umar.
    “Wahai Amirul Mu’minin, dia berteriak kepadaku ketika melihatku. Terkadang dia menendangku, atau berbuat ini dan itu,” jawabnya.

  • Pengembara Muda yang Membunuh Lelaki Tua

    Seorang pengembara muda ditangkap karena membunuh lelaki tua. Anak lelaki korban membawa pemuda ini ke hadapan Khalifah Umar. Sang pengembara mengakui perbuatannya. Ada keadaan khusus yang sebenarnya meringankan, namun dia menolak untuk memohonkan itu; dia telah mengambil nyawa orang lain dan karenanya harus mengorbankan dirinya sendiri.

  • Tanjung, Suatu Siang

    Bus yang saya tumpangi memasuki terminal Tanjung, sebuah terminal kecil di Brebes, Jawa Tengah. Saya baru saja pulang kampung dari rumah istri saya di Tegal. Dengan menumpang bus Dewi Sri kelas ekonomi itulah saya berharap bisa ke Jakarta. Dan, di terminal Tanjung bus yang saya tumpangi mesti kontrol jumlah penumpang

  • Kisah Syaqiq al Balkhi dan Ibrahim ibn Adham

    Syaqiq al-Balkhi seorang pengusaha kaya, anak dari seorang yang juga pengusaha kaya.

    Suatu ketika, ia melakukan perjalanan niaga ke luar daerah. Di tengah perjalanan ia beristirahat di sebuah tempat ibadah milik agama penyembah berhala, dan menjumpai penjaga tempat ibadah itu sedang mencukur rambut dan jenggotnya, lalu mengenakan pakaian sembahyang. Syaqiq seorang muslim yang taat. Dan tentu saja, bagi seorang muslim, berhala adalah benda mati yang tak patut dijadikan sesembahan.

  • Saat Saya Sakit

    Lantai berlumut yang menjadi licin setelah diguyur hujan sore hari dan sandal yang alasnya sudah tipis adalah kombinasi sempurna untuk musibah yang terjadi secara sederhana: kaki kanan terpeleset membuat saya tak bisa mengendalikan diri lalu terjatuh dengan lutut kaki kanan menghunjam lantai yang keras. Tidak rumit, tapi berakibat fatal. Esok harinya, tukang pijat patah tulang memvonis persendian lutut kaki kiri saya bergeser dari tempatnya, membuat saya tak bisa menekuk dan meluruskan kaki secara sempurna. O, rasa sakitnya tak tertanggungkan.