Celah Zaman
  • Jalan Kaki Yang Menyehatkan

    Setelah berwudu, menyucikan diri dari segala najis dan kotoran secara sempurna sehingga tubuh dan jiwa kita siap untuk menghadap Allah dalam salat, kita berjalan menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Semua ulama bersepakat mengenai anjuran salat berjamaah, bahkan sebagian ulama mewajibkannya.

  • Menyentuh “Jiwa” Ibadah

    Alkisah, seorang muazin bersuara jelek tinggal di perkampungan non-Muslim. Ia bersikeras untuk melantunkan azan, karena merasa itu merupakan kewajiban agama. Teman-teman di sekitarnya menasihatinya agar tidak melantunkan azan. Mereka khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, karena mereka tinggal di tengah-tengah mayoritas bukan Muslim.

  • Menata waktu luang

    Memiliki waktu luang itu enak sekali. Akan tetapi, waktu luang yang tak tertata bisa membuat kita stres. Bermalas-malasan atau membuang-buang waktu luang biasanya tak menciptakan rasa bahagia. Anda mungkin malah merasa bersalah, rugi, dan boros. 

  • Surat Terbuka untuk Orangtua

    Pada zaman serba sulit ini, pendidikan keluarga amatlah vital dan harus diprioritaskan. Jika keluarga gagal menyikapi anak-anak secara tepat, gagal memperlakukan mereka secara bijak, maka keluarga itu sendiri yang akan kena batunya. Sendi-sendinya akan keropos karena digerogoti dari dalam.

  • Ali dan Pemuda Galau

    Akan saya nukilkan kisah lain tentang Ali ibn Abi Thalib. Kali ini dari buku Destiny Disrupted: A History of The World through Islamic Eyes karya Tamim Ansary, seorang sejarawan dan sastrawan dunia kelahiran Afghanistan—yang telah diindonesiakan Penerbit Zaman dengan judul Dari Puncak Bagdad: Sejarah Dunia Versi Islam

  • Juman’s Daughter

    Nama depanmu Kimya. Menurut bahasa Swahili (bahasa yang digunakan di sepanjang 1.500 km garis pantai Afrika Timur), Kimya berarti hening. Dan hening lebih dekat kepada malam. Maka, tepatlah nama itu untukmu; kamu lahir lima menit menjelang tengah malam saat satu belahan dunia berselimut gelap dan kebanyakan orang tengah terlelap.

  • Santri, Kitab kuning, dan Islam Indonesia

    Saya sangat bersyukur mengenal kitab kuning secara intim, beberapa tahun lalu ketika saya mondok di pesantren. Selama berada di Al-Hikmah, nama pesantren itu, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Juga nilai-nilai keislaman yang sederhana tapi memiliki kedalaman makna.

  • Pesan Quran Soal Makanan

    Makanan adalah pilihan sehari-hari, dan orang pun bertanya garis pedoman apa yang terdapat dalam al-Qur`an mengenai topik ini. Teks yang nyaris sama muncul di empat tempat, di Surah al-Baqarah (2): 172-173; al-Maidah (5): 3-4; al-An’am (6): 146; dan an-Nahl (16): 114-115, dengan rekomendasi dan larangan dalam hal makanan. Ayat 114 dan 115 Surah an-Nahl (16) dicantumkan di bawah ini sebagai perwakilan dari pesan ini.

  • Robot Baja Hitam

    Memasuki bulan puasa, ayahku tidak menjual makanan; beliau menjajakan mainan, seperti kartu gambar, lilin-lilinan, ular tangga, bola bekel, dan komik Petruk. Betapa senang aku melihat semua itu ada di dalam rumahku. Bagiku, ini keistimewaan. Hampir setiap hari aku bisa memainkan apa pun yang ada di dalam kardus dagangan ayahku itu; hampir setiap hari pula aku tertawa setelah membaca kekonyolan komik trio Petruk, Gareng, dan Bagong.

  • Lailatul Qadar Bukan Peristiwa Alam

    Lailatul qadar adalah fenomena pengalaman spiritual yang melintas batasi waktu dan tempat. Meski teks-teks agama menyuratkannya sebagai “peristiwa alam” dan “peristiwa waktu”. Tengok saja ayat lailatul qadar yang terkenal itu: Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada malam “qadar”. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar  (al-Qadr: 1 dan 5).