Celah Zaman

Dukunglah Bawahan

Sumber: Dr. Sultan Abdulhameed*

Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain: tetapi orang yang diberi kelimpahan itu kerap tidak mau membagi anugerah mereka kepada orang yang berada di bawah wewenangnya sehingga mereka bisa sejajar. Maka, mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?
Q.S. al Nahl (16): 71.

Setiap orang memiliki banyak peluang untuk berkembang dalam hidupnya. Namun, tidak semua orang bisa memanfaatkannya dengan cara yang sama, karena masing masing memiliki kecenderungan dan kapasitas yang berbeda. Sebagian orang dilahirkan di lingkungan yang lebih baik; sebagian lahir dengan fisik yang lebih kuat dari yang lain, sebagian lebih cerdas, sebagian lebih ulet, dan sebagian lain punya kemampuan untuk bekerja lebih keras dari yang lain. Tak pelak, sebagian orang melejit lebih unggul dibanding yang lain. Ayat ini memerintahkan siapa pun yang mendapat posisi lebih atas dibanding yang lain, atau memiliki kewenangan atas yang lain, agar menempatkan kelebihannya itu sebagai anugerah dari Allah dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kehidupan orang banyak.

Penting untuk diingat, kualitas dan kapasitas yang kita miliki merupakan anugerah Allah. Kenyataan ini menentang kecenderungan ego yang kerap menyatakan, “Aku melakukan semuanya sendiri.” Mari kita pikirkan beberapa hal yang menjadikan seseorang berkuasa dan bagaimana ia mencapainya.
Mungkin Anda dilahirkan di tengah keluarga yang kaya. Tentu saja keadaan itu tak ada hubungannya dengan keinginan Anda. Itu adalah kelebihan yang Anda miliki sejak lahir yang merupakan anugerah dari Allah.

Mungkin Anda menjadi orang pandai selama mengikuti pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi. Pengetahuan yang telah dikumpulkan umat manusia selama ribuan tahun dipadatkan dalam buku buku yang Anda baca. Pengetahuan itu diajarkan oleh guru yang menghabiskan waktu mereka untuk mempelajari semua materi itu, kemudian mentransformasikannya kepada Anda. Semua ini merupakan anugerah penting yang mendukung keberhasilan Anda.

Anda mempelajari kecakapan bisnis yang berguna berkat bimbingan atau pengajaran seseorang. Jika Anda memiliki banyak gagasan untuk sukses, itu karena Anda dimotivasi orang lain. Kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang baik muncul karena Anda berada di lingkungan yang membuat Anda bisa melakukannya.

Mungkin Anda meraih suatu jabatan atau kekuasaan karena seseorang memberi Anda jalan. Mereka memandang diri Anda sebagai sosok yang cakap dan berprestasi sehingga memberi Anda pekerjaan atau kesempatan yang istimewa.

Atau mungkin Anda meraih kesuksesan karena memiliki paras yang lebih cantik, atau lebih tampan dibanding kebanyakan orang. Anda tidak memilih semua anugerah atau kelebihan itu; semuanya berasal dari gen yang Anda warisi sebagai anugerah Allah. Paras dan kekuatan Anda akan memudar dan rusak tanpa dukungan nutrisi dan vitamin yang terdapat dalam makanan yang disantap setiap hari. Karenanya, ada ratusan atau bahkan ribuan orang yang terlibat dan memberi kontribusi terhadap ketampanan atau kecantikan Anda. Sebab, mereka ikut terlibat sejak dari proses menanam tumbuhan hingga menjadi nutrisi yang Anda konsumsi. Itu merupakan anugerah besar yang tanpanya Anda bahkan tak bisa bertahan hidup.

Semua manfaat yang kita rasakan dan yang mengangkat diri kita hingga posisi sekarang merupakan hasil rangkaian proses yang sangat panjang dan rumit yang melibatkan ratusan hingga ribuan manusia lain. Semua ini merupakan manifestasi karunia Allah. Ayat ini meminta kita mengenali aliran rahmat yang telah mengangkat derajat kita. Karenanya, kita harus melibatkan diri menjadi bagian dari aliran rahmat itu agar bisa memberikan manfaat kepada banyak orang dan menaikkan derajat mereka sehingga meraih kehidupan yang lebih baik. 

Kepercayaan dan motivasi merupakan kekuatan utama yang menentukan keberhasilan, baik individu maupun organisasi. Jika di sebuah perusahaan para pemimpinnya tidak memercayai karyawan dan bawahan, pasti setiap saat mereka akan mencemaskan keuntungan dan menyalahkan bawahan. Akibatnya, para karyawan dan bawahan pun tidak memercayai pimpinan mereka dan cenderung memelihara semangat yang rendah. Lebih jauh, tingkat produktivitas mereka pun menjadi sangat rendah. Sebaliknya, jika dalam sebuah perusahaan para manajernya bekerja secara aktif untuk meningkatkan dan mengasuh bawahan maka bawahan dan karyawan pun akan loyal kepada mereka. Dan yang penting, tingkat produktivitas mereka pasti lebih tinggi. Rumus serupa berlaku dalam organisasi apa pun, entah itu keluarga, sekolah, perkumpulan sosial, atau partai politik. Jika pucuk tertinggi dalam hierarki kekuasaan mengasuh bawahan dengan bijak maka organisasi itu akan berkembang pesat.

Memang, dibutuhkan kepercayaan sebelum kita memutuskan berbagi keahlian dan pengetahuan kepada bawahan. Kita harus menghilangkan keraguan sebelum mengangkat mereka. Misalnya, orang yang kita promosikan itu akan mengkhianati atau menentang kita jika ia berkembang semakin kuat. Ini memang bisa saja terjadi. Ada orang yang mengambil keuntungan dari atasannya yang murah hati kepadanya, kemudian mengkhianatinya. Respons seperti itu untuk beberapa waktu dapat membuat kita tidak nyaman. Tetapi yakinilah, setiap kita memberi dan mengasihi orang lain, kita akan mendapatkan imbalan yang lebih besar. Sungguh keliru jika kita segan berbuat baik karena takut orang lain tidak akan membalasnya dengan kebaikan. []

*Dr. Sultan Abdulhameed adalah penulis Al Quran untuk Hidupmu



view: