Celah Zaman
  • Kisah Sepasang Merpati

    Sepasang merpati mengumpulkan tangkai-tangkai dan biji-biji gandum, lalu menyimpannya di sarang mereka. “Selama masih ada makanan lain yang bisa kita makan di luar sana, di gurun-gurun,” kata merpati jantan, “kita berjanji tidak akan memakan gandum-gandum ini, sebutir pun.”

  • Samudra Dunya

    Kehidupan duniawi, atau dunya, seperti samudra. Hati kita adalah kapal-kapalnya. Kita dapat menggunakan laut untuk kebutuhan kita dan sebagai sarana untuk mencapai tujuan kita. Hanya itulah makna laut: sebuah sarana; sarana untuk mencari makanan dari laut; sarana untuk bepergian; sarana mencari tujuan yang lebih luhur.

  • Dukunglah Bawahan

    Setiap orang memiliki banyak peluang untuk berkembang dalam hidupnya. Namun, tidak semua orang bisa memanfaatkannya dengan cara yang sama, karena masing-masing memiliki kecenderungan dan kapasitas yang berbeda

  • Nabi dan Seorang Badawi

    Suatu hari, seorang a’rabiy berkemih di bagian masjid. Para sahabat yang saat itu sedang di masjid berniat menghentikan aksi si a’rabiy itu. Tapi Nabi melarang. “Jangan disela,” kata Nabi. “Biarkan saja.” Mereka pun membiarkan a’rabiy membuang seni sampai selesai.

  • Isi Suhuf Ibrahim dan Musa

    Setiap Jumat,setelah Al-Fatihah seorang imam dianjurkan membaca Surah al-A‘la. Diaawali Sabbihisma rabbikal a‘ladandiakhiriShuhufi Ibrahima wa Musa (Lembar-lembarKitab Ibrahim dan Musa). Penasaran apa isi dua suhuf yang disebut-sebut itu?

  • Wasiat Khidir kepada Musa a.s.

    Diriwayatkan dari Umar ibn Khattab bahwa Rasulullah bersabda, “Saudaraku Nabi Musa berkata, ‘Ya Tuhan, perlihatkanlah kepadaku apa yang pernah Engkau perlihatkan kepadaku ketika berada di atas perahu.’ Allah kemudian mengirimkan wahyu, ‘Engkau akan melihatnya, Musa.’ 

  • Jejak Perjalanan Buku

    Pada mulanya berupa tanah liat yang dibakar, mirip pembuatan batu bata saat ini. Itulah buku yang digunakan penduduk pinggir Sungai Eufrat di Asia Kecil pada 2000 SM. Terbayang betapa terbatas isinya dan betapa susah proses pembuatannya. Tapi begitulah manusia sejak dahulu tak bisa lepas dari bacaan. Sebab, kata Aristoteles, “Sesungguhnya setiap manusia menghasrati pengetahuan.“

  • Sebelum Tuhan Menyelamatkan Nabi Nuh

    Hiduplah seorang yang sangat saleh di sebuah kampung. Suatu ketika, kampung itu dilanda banjir. Hujan tanpa henti membuat banjir semakin tinggi, menenggelamkan jalan dan mulai memasuki rumah-rumah. Orang-orang menyelamatkan diri. Mereka mengungsi ke tempat aman. Namun 

  • Sebuah Mutiara

    Pagi itu Dillah kedatangan seorang tamu bertampang kriminal, berambut gondrong, dan berjaket jin yang compang-camping. Saat berjabat tangan, telapak tangan Dillah digenggamnya kuat-kuat dan diguncang dengan keras.