Bengkel Sahifah

Mulailah Menulis

Sumber: Dr. Sultan Abdul Hameed

Dia yang mengajar (manusia) dengan pena,
Dia mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.
Q.S. al ‘Alaq (96): 4 5.

Kedua ayat pendek di atas menyatakan satu kebenaran tak terbantahkan. Kebenaran yang sangat jelas, praktis, dan dapat dibuktikan. Kalam, atau tulisan, merupakan sumber pengetahuan. Melalui tulisan kita tidak hanya bisa mengungkapkan apa yang kita ketahui, tetapi juga mempelajari apa yang tidak kita ketahui sebelumnya, baik tentang diri kita maupun tentang dunia. Dengan menulis dan melalui tulisan kita dapat menyingkapkan kekuatan kreatif yang tersembunyi dalam diri kita. Dengan menulis kita dapat mengembangkan kekuatan intuisi dan imajinasi, dan sekaligus menciptakan perspektif baru.
Semua penulis mengetahui kebenaran ini.

Namun, menyebar pandangan salah kaprah di tengah masyarakat, yaitu bahwa menulis merupakan aktivitas khusus yang hanya bisa dilakukan oleh sekelompok orang yang “berbakat”. Pandangan itu mengemuka karena di tengah tengah kita saat ini hanya ada segelintir orang yang menulis dan mereka disebut “penulis”. Kenyataannya, setiap orang bisa menulis apa pun yang ingin dituliskannya. Menulis itu mudah. Saking mudahnya, siapa pun bisa melakukannya. Setiap orang bisa menulis secara teratur dan mendapat manfaat yang besar dari aktivitas menulisnya. Ya, ada banyak manfaat yang kita bisa dapatkan dari kebiasaan menulis.

Setiap saat kita mempergunakan media kata kata ketika berbicara dan mendengar. Kita tahu bahwa sebagian besar kekuatan kita didapatkan melalui bicara dan mendengarkan kata kata. Melalui kata kata kita bisa mengungkapkan pikiran atau perasaan dan kita dapat berkomunikasi dengan siapa pun yang kita inginkan. Bahkan, berkomunikasi dengan Tuhan pun kita lakukan dengan kata kata. Sama halnya, menulis juga menggunakan kata kata. Hanya saja, ada perbedaan antara berbicara atau mendengar dengan menulis atau membaca. Ketika menulis, kita mempergunakan jaringan syaraf yang berbeda dari yang biasa dipergunakan ketika berbicara dan mendengarkan. Karenanya, menulis menjadi salah satu cara penting untuk mengekspresikan diri. Menulis membuka saluran penting dalam jiwa kita dan membukakan wawasan wawasan baru.

Ada banyak jenis tulisan, dan masing masing memiliki keistimewaannya sendiri. Namun, ada satu jenis tulisan yang tidak membutuhkan latihan dan memiliki nilai spiritual yang dahsyat, yaitu menulis “bebas”. Ambillah buku catatan atau siapkan folder khusus dalam komputer untuk menyimpan tulisan tulisan Anda yang tak bisa diakses orang lain. Mulailah menulis di buku catatan atau pada program pengolah kata dengan bebas dan spontan selama beberapa menit setiap hari. Tuliskanlah apa pun yang Anda pikirkan. Tidak ada batasan untuk apa yang Anda tulis. Jangan berhenti untuk mengoreksi kesalahan. Teruslah menulis. Lanjutkan. Jangan berhenti. Selama menulis, jangan memikirkan tata bahasa atau ejaan. Biarkan tulisan Anda mengalir mengekspresikan kesadaran pikiran dan perasaan. Barulah setelah menulis, Anda bisa membaca kembali dan melakukan koreksi dari sisi ejaaan atau tata bahasa.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, jadikanlah menulis sebagai kebiasaan dan lakukan setiap hari. Sesibuk apa pun, sisihkan waktu setidaknya lima belas menit untuk menulis setiap hari. Menulislah kapan saja, di pagi hari usai shalat Subuh, sore hari selepas kerja, di malam jari menjelang tidur, atau ketika Anda beristirahat dari pekerjaan. Bahkan, Anda bisa tetap menulis saat terbaring sakit. Penting dicatat, rahasiakanlah tulisan Anda agar Anda merasa nyaman mengekspresikan diri secara bebas.
Saya belajar menulis bebas pertama kali pada 1983 ketika mengikuti bengkel kerja penulisan yang dibimbing oleh Peter Elbow di Stony Brook University. Sejak saat itu saya mulai menulis secara bebas pada catatan harian minimal lima belas menit setiap hari dan terus melakukannya selama hampir sepuluh tahun. Sepanjang proses itu, pemikiran saya semakin mengkristal, dan saya mulai bisa mengembangkan format tulisan yang berbeda. Hingga kini saya masih biasa menulis bebas meskipun tidak serutin dahulu.
Setelah menulis selama beberapa bulan dan membaca kembali apa yang sudah ditulis, Anda akan menemukan pola pemikiran Anda yang sebelumnya tidak Anda sadari. Melalui tulisan, Anda dapat mengenali diri sendiri secara lebih baik. Pertumbuhan ruhani berlangsung ketika Anda dapat mengenali diri sendiri dan memandu perkembangannya ke arah yang lebih baik.

Menulis setiap hari, meski hanya beberapa menit, akan mempertegas bentuk dan pola pemikiran kita. Dengan terus menulis kita menjadi semakin terpusat dan terkendali.

Setelah membiasakan diri menulis setiap hari secara teratur, kita akan mendapati bahwa menulis itu seperti meditasi atau doa. Menulis menjadi cara alternatif untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Menulis bisa melepaskan tekanan pada jiwa dan menciptakan kedamaian. Menulis bisa membuka hati dan pikiran kepada perasaan dan persepsi baru. Ketika menulis, Anda bisa mengajukan pertanyaan dan mengutarakan jawaban. Anda bisa menemukan perspektif baru dalam konflik yang terjadi di kehidupan Anda dan memulai proses pemulihan. Dengan menulis secara teratur, Anda bisa menemukan tujuan tujuan baru untuk diri Anda.

Seperti kecakapan lain, kemampuan menulis dapat berkembang jika terus dilatih dan diasah. Namun, menulis berbeda dari banyak kecakapan lain karena menulis tidak membutuhkan bakat khusus. Jadi, keliru jika ada yang mengatakan, hanya orang yang berbakat yang bisa menulis. Pengalaman hidup Anda sendiri merupakan bahan yang sangat kaya untuk dituliskan. Bahkan, dengan menulis, Anda dapat menemukan kekayaan dalam diri Anda yang jauh lebih besar. Ada banyak penulis ternama yang menggambarkan pengalaman sendiri dalam karya mereka. Lebih menarik lagi, banyak di antara hal hal yang mereka tuliskan itu didapatkan dari proses menulis yang telah menjadi kebiasaan.

Karena tulisan Anda bersifat pribadi, Anda bisa mengekspresikan perasaan apa pun dengan bebas. Anda bisa menuliskan rasa frustrasi atau rasa takut, atau menuliskan harapan dan mimpi mimpi. Menulis memberi Anda ruang yang lega tanpa seorang pun yang akan menghakimi atau pun mencela Anda. Di ruangan itu Anda dapat mengekspresikan diri dan melepaskan segala tekanan yang memberati jiwa. Dengan demikian, berarti Anda telah memulai langkah pemulihan emosional yang sangat penting bagi terciptanya kemapanan kondisi jiwa. Kebanyakan orang membawa sisa sisa luka dari masa lalu akibat peristiwa yang menyakitkan. Luka berupa kenangan buruk itu sering kali dilupakan oleh pikiran sadar, tetapi sebenarnya membentuk pola pola respons emosional. Kenangan masa lalu yang menyakitkan seperti itu kerap muncul dengan sendirinya ketika Anda menulis secara bebas. Proses menulis juga dapat memberi kita perubahan perspektif yang dapat memberi pengaruh positif dalam proses pemulihan jiwa dari luka masa lalu yang menyakitkan.

Selama menulis, Anda akan menemukan wawasan dan nasihat baru mengenai apa yang mesti dilakukan selanjutnya. Menulis memberi Anda arah dan panduan. Penulis dan pembuat film Julia Cameron mengungkapkan dalam bukunya, The Right to Write, “Selama bertahun tahun saya belajar untuk ‘menulis’, mengungkapkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pekerjaan. Saya bertanya dan menerima panduan atau petunjuk mengenai apa yang perlu saya lakukan selanjutnya, tentang bagaimana melakukannya secara lebih baik daripada yang telah saya lakukan. Setelah mengajukan pertanyaan dan ‘mendengarkan’, saya kerap ‘mendengar’ jawaban yang sepertinya berasal dari satu sumber yang berbeda dari pikiran saya selama ini. Saya menerima arahan dan nasihat yang mengejutkan. Saya merasa ingin melawan jawaban jawaban itu, tetapi saya berusaha menjaga pikiran tetap terbuka. Maka, saya menetapi segala yang disarankan dengan penuh keyakinan dan ternyata mendapati bahwa nasihat itu benar adanya dan saya merasakan manfaatnya. Saya terus menulis mengikuti berbagai petunjuk yang muncul spontan dalam benak. Saya menulis banyak hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya jika saya tidak menulis.” 

Ketahuilah, panduan dan arahan itu tersedia bagi siapa pun yang menghendakinya, dan tentu saja Anda akan mendapatkannya dengan menulis. Tulislah segala sesuatu mengenai diri Anda, kemudian bacalah kembali. Dengan begitu, Anda menjadi pengamat bagi diri sendiri. Dengan menulis, Anda mengambil jarak dari diri sendiri sehingga dapat melihat secara lebih objektif. Anda bisa menggambarkan diri sebagai objek yang mandiri. Dengan begitu, Anda bisa memberikan nasihat dan arahan yang baik kepada diri sendiri sebagaimana Anda memberikannya kepada seorang teman.

Agar mendapatkan manfaat menulis secara maksimal, kita harus benar benar lebur dalam aktivitas menulis. Singkirkan pandangan bahwa menulis hanya bisa dilakukan oleh kalangan profesional yang disebut “penulis”. Mulailah saat ini juga. Tulislah beberapa kalimat mengenai diri Anda atau apa pun yang terlintas dalam benak. Setelah itu, Anda bisa menjadikan aktivitas menulis sebagai kebiasaan sehari hari. Tulislah apa pun yang ingin Anda tulis sebelum Anda beranjak ke tempat tidur, atau di pagi hari sebelum melakukan apa pun, atau selagi rehat makan siang. Anda bisa menulis di meja kerja, di meja dapur, atau di tempat tidur. Anda bisa menulis di rumah atau di tempat keramaian, seperti di taman atau kantin. Tak seorang pun akan mencela apa yang Anda tulis. Setelah menulis, Anda bisa membacanya kembali, atau membiarkannya untuk kelak dibaca baca lagi. Bagaimanapun, seketika Anda menekadkan diri untuk menulis, saat itu pulalah Anda telah membangun momentum yang tepat untuk berubah. Jadikan menulis sebagai kebiasaan sehingga Anda mendapatkan pandangan pandangan baru yang akan mengembangkan kualitas pengendalian diri.[]

Dr. Sultan Abdul Hameed, penulis Al Quran untuk Hidupmu!




view: