Bengkel Sahifah

Kriteria Naskah Zaman

Sumber: Zaman Online

Saya penulis pemula dan masih belajar menulis. Ingin rasanya naskah saya diterbitkan Zaman. Apakah Zaman memiliki kriteria tertentu dalam menerbitkan naskah? Karena sekilas buku buku Zaman ini cenderung berbeda dengan apa yang sudah ada di pasar? Misalnya Ketika Nabi di Kota. Selain menceritakan perikehidupan Nabi selama di Madinah, pembaca seakan diajak menyusuri setiap lekuk kegiatan Sang Terpilih itu ketika membangun Madinah sebagai tonggak peradaban Islam.

Sebenarnya, saya memiliki banyak sekali gagasan untuk dituliskan. Namun, sebelum saya mengirimkan naskah saya, sudikah kiranya Zaman memberikan semacam petunjuk. Semoga ini bukan hanya pertanyaan saya seorang, tapi juga banyak penulis yang naskahnya ingin diterbitkan Zaman. Sukses selalu untuk Zaman.   

Terima kasih,
Hendi, Garut


Jawab


Kali pertama, kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi Anda. Tentu, tanpa pembaca Zaman tidak akan berada sampai sekarang. Terus terang, hubungan timbal balik seperti ini sangat kami harapkan. Dengan adanya timbal balik ini, kami bisa mendapatkan berbagai masukan untuk perbaikan kami di kemudian hari.

Kedua, tentang pertanyaan Anda. Tentu saja, sebagai penerbit kami memiliki kriteria tertentu. Namun, daripada terpaku kepada batas batas yang sering kali menjadi kendala bagi penerbit, penulis, dan pembaca, maka kriteria Zaman dalam hal naskah lebih cair. Namun, kami tetap berpegang pada motto: asyik belajar Islam. Oleh karena itu, kami tidak mematok bidang tertentu, selama ia berkaitan dengan tema keislaman. Anda bisa menulis tentang budaya pop dalam Islam maupun kajian termutakhir tentang Islam. Silakan Anda kirim naskah yang sekiranya mencerahkan umat.

Ya, mencerahkan umat. Itu kata kuncinya. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan buku buku yang berpotensi membawa pencerahan kepada umat. Di atas semua itu, kami sangat senang bila kami mendapatkan naskah yang, selain membawa pengetahuan teranyar, menggunakan teknik penulisan narasi, bercerita.

Mengapa bercerita? Tak bisa dipungkiri, cerita merupakan cara tertua yang manusia gunakan untuk mempertahankan kehidupannya. Bahkan, ketika kecil kita sangat senang ketika orang tua mendongeng. Dari cerita cerita itulah kita bisa merangkai imajinasi dan cita. Dari sana pula kita bisa menangguk pelbagai hikmah yang dengan sendirinya dapat kita maknai dalam kehidupan kita. Itulah kenapa kami menerbitkan, misalnya, Ketika Nabi di Kota. Dengan gaya bercerita, Nizar memberikan konteks saat nabi berusaha membangun Madinah sebagai tonggak peradaban Islam. Kita juga seakan bisa merasakan bagaimana nabi berpeluh ketika turut membangun fasilitas kota.  

Tentu saja, ada banyak cerita sarat hikmah yang terjadi di sekitar kita. Jika ada dan mencerahkan, jangan buang tempo untuk segera mengirimkannya kepada kami.

view: